komunikasi dalam praktek kebidanan
6.KOMUNIKASI DALAM PRAKTIK KEBIDANAN
Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal diperlukan dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan yang menyangkut hubungan atau interaksi antara klien dengan perawat atau bidan. Interaksi tersebut mempunyai sifat manusiawi dan memiliki ciri khas. Interaksi itu berlandaskan komunikasi antar sesama manusia, baik dalam hubungan layanan kesehatan secara individual maupun secara kelompok. Sementara itu, komunikasi yang terjadi antara seorang tenaga kesehatan dengan kliennya pada dasarnya adalah komunikasi interpersonal.
Kemampuan dasar diperlukan dalam mengawali, mengembangkan, dan memelihara komunikasi interpersonal yang cukup akrab dan produktif. Kemampuan tersebut terdiri atas unsur – unsur berikut.
1. Kemampuan untuk saling percaya
2. Kemampuan mengenal pikiran dan perasaan
3. Kemampuan saling mengutarakan serta menangkap gagasan dan perasaan secara tepat dan jelas
4. Kemampuan untuk saling membantu dalam memecahkan masalah – masalah yang dihadapi dan saling memberikan dukungan
5. Kemampuan saling menjaga kelestarian komunikasi yang telah terjalin baik
6. Kemampuan memecahkan masalah secara konstruktif yang timbul pada proses komunikasi berlangsung
Defenisi komunikasi interpersonal menurut para ahli
1. Liliweri, 2007
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua atau tiga orang dengan jarak fisik diantara mereka yang sangat dekat, bertatap muka atau bermedia dengan sifat umpan balik yang berlangsung cepat, adaptasi pasien bersifat khusus serta memiliki tujuan / maksud komunikasi tidak berstruktur.
2. Depkes RI, 2002
Komunikasi interpersonal adalah pertukaran informasi, perasaan atau pemikiran antar manusia ( Individu ) secara tatap muka ( Face to face ), individu dengan individu ( person to person ), verbal – non verbal.
3. Saraswati dan Tarigan ( 2002 )
Komunikasi interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal.
Tujuan komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal dalam konseling merupakan suatu action oriented, ialah suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan tertentu. Tujuan komunikasi interpersonal dalam konseling bermacam – macam, diantaranya :
1. Mengungkapkan perhatian pada orang lain
Dalam hal ini bidan berkomunikasi dengan cara menyapa, tersenyum, melambaikan tangan, membungkukan badan, dan menanyakan kabar kesehatan klien.
2. Menemukan diri sendiri
Artinya bidan melakukan komunikasi karena ingin mengetahui dan mengenali karakteristik diri pribadi berdasarkan informasi dari orang lain.
3. Menemukan dunia luar
Dengan komunikasi ini, diperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi yang actual. Misalnya saat bidan memberikan informasi tentang program keluarga berencana sehingga klien dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengikuti program KB.
4. Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis
Sebagai makhluk sosial, salah satu kebutuhan setiap orang yang paling dasar adalah membentuk dan memelihara hubungan baik dengan
5. Mempengaruhi sikap dan tingkah laku
Dalam prinsip komunikasi, ketika klien menerima pesan dan informasi, dengan demikian klien telah mendapatkan pengaruh dari proses komunikasi.
6. Menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi
Komunikasi interpersonal dapat menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi dan salah interprestasi yang terjadi antara bidan dan klien. Mengapa? Karena dengan komunikasi interpersonal dapat dilakukan pendekatan secara langsung, menjelaskan berbagai pesan yang rawan menimbulkan kesalahan interprestasi.
7. Memberikan bantuan
Dengan komunikasi interpersonal, maka bidan dapat memberikan bantuan kepada klien yang memerlukan bantuan dengan tujuan membantu klien memecahkan masalahnya.
Faktor penghambat komunikasi interpersonal
a. faktor individual
Orientasi cultural ( keterikatan budaya ) merupakan faktor individual yang dibawa seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari :
•Faktor fisik – kepekaan panca indera, usia, gender
•Sudut pandang – nilai – nilai
•Faktor sosial – sejarah keluarga dan relasi, jaringan sosial, peran dalam masyarakat, status sosial, peran sosial
•Bahasa
b. Faktor – faktor yang berhubungan dengan interaksi
•Tujuan dan harapan terhadap komunikasi
•Sikap terhadap interaksi
•Pembawaan diri seorang terhadap orang lain ( seperti kehangatan, perhatian, dan dukungan )
•Sejarah hubungan
c. Faktor situasional
Percakapan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan antara bidan dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar lalu lintas.
d. Kompetensi dalam melakukan percakapan
Agar efektif, suatu interaksi harus menunjukan perilaku kompeten dari kedua pihak. Keadaan yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi adalah :
Kegagalan menyampaikan informasi penting
Perpindahan topik bicara yang tidak lancer
Salah pengertian.
Pengaruh pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal
1. Pemahaman diri bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita. Apakah persepsi anda dengan orang lain terhadap diri sendiri sama, misalnya mungkin anda merasa sudah ramah, namun menurut orang lain belum tentu.
2. Pemahaman diri meliputi pengetahuan tentang siapa saya, apa kelemahan saya, apa kelebihan saya, bagaimana peasaan saya, apa keinginan saya, dan sebagainya.
3. Alasan lain pentingnya pemahaman diri adalah karena bidan bekerja berhadapan dengan berbagai pengalaman dan kondisi biologis, psikologis dan sosiologis dari kliennya.
4. Bidan perlu memahami bagaimana menghadapi kecemasan, kemarahan, kesedihan dan kegembiraan klien. Bidan harus tau bagaimana dirinya sendiri bersikap, apakah mudah cemas, mudah tersinggung, dan sebagainya sehingga ia tahu keterbatasan diri sewaktu melayani klien.
5. Bidan yang tidak memahami dirinya sendiri, kemungkinan akan sulit memahami apa yang dialami klien, misalnya tidak sesuai dengan nilai – nilai yang dianut bidan, bidan tidak akan dapat berkomunikasi dengan baik, karena kurang menerima klien apa adanya.
Atraksi dalam komunikasi interpersonal
Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Adanya daya tarik ini membentuk rasa suka. Rasa suka pada seseorang umumnya membuat orang yang kita sukai menjadi signifikan bagi kita. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi daya tarik seseorang dengan orang lain adalah :
1. Faktor – faktor personal
•Kesamaan karakteristik personal; cognitive consistency theory dari Fritz Heider mengemukakan bahwa orang cenderung memiliki sikap yang sama dengan orang yang disukai.
•Tekanan emosional ( stress )
•Harga diri yang rendah
•Isolasi sosial
2. Faktor – faktor situasional
•Daya tarik fisik
•Ganjaran ( reward )
•Familiarity
•Kedekatan ( closeness )
•Kemampuan
Dalam hubungan dengan atraksi interpersonal ini ada 4 ( empat ) teori “ liking “ yang menjelaskan :
1. Reinforcement theory menjelaskan bahwa seseorang menykai orang lain adalah sebagai hasil belajar.
2. Equity theory menyatakan bahwa dalam suatu hubungan, manusia selalu cenderung menjaga keseimbangan antara harga ( cost ) yang dikeluarkan dengan ganjaran ( reward ) yang diperoleh.
3. Exchange theory berpendapat bahwa interaksi sosial di ibaratkan sebagai transaksi dagang. Jika orang kenal pada seseorang yang mendatangkan keuntungan ekonomis dan psikologis, akan lebih disukai.
4. Gain – loss theory berpendapat bahwa orang cenderung lebih menyukai orang – orang yang menguntungkan bagi kita dan kurang tertarik pada orang – orang yang merugikan kita
Hubungan interpersonal
Hakikat dari hubungan interpersonal adalah bahwa ketika berkomunikasi, kita bukan hanya menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonal. Jadi, kita bukan sekedar menentukan isi tetapi juga relationship. Pandangan ini merupakan hal baru dan untuk menunjukan hubungan pesan komunikan ini disebut sebagai metakomunikasi.
Hubungan interpersonal terbentuk ketika proses pengolahan pesan ( baik verbal maupun non verbal ) secara timbal balik terjadi, dan hal ini dinamakan komunikasi interpersonal. Ketika hubungan interpersonal tumbuh, terjadi pula kesepakatan tentang aturan berkomunikasi antara para partisipan yang terlibat.
Hubungan interpersonal dapat di klasifikasikan berdasarkan faktor – faktor:
1. Jumlah individu yang terlibat yaitu hubungan diad dan hubungan triad. Hubungan diad adalah hubungan antara dua individu. William Wimot mengemukakan ciri – ciri hubungan interpersonal diad, antara lain adanya tujuan khusus, adanya fungsi yang berbeda, memiliki pola komunikasi yang khas. Hubungan triad adalah hubungan interpersonal antara tiga orang. Dibandingkan dengan hubungan diad, hubungan ini lebih kompleks, tingkat keintiman rendah dan keputusan yang diambil berdasarkan voting
a. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, adalah hubungan tugas ( task relationship ) dan hubungan sosial ( social relationship ).
b. Berdasarkan jangka waktu; hubungan jangka pendek dan hubungan jangka panjang.
c. Berdasarkan tingkat kedalaman / keintiman : hubungan akrab / intim.
Ruben mengemukakan tahap – tahap hubungan interpersonal, yaitu :
•Inisiasi
•Eksplorasi
•Intensifikasi
•Formalisasi
•Redefinisi
•Deteriorasi. Dalam kenyataannya, hubungan itu tidak selalu berjalan selaras dan bertahap seperti disebutkan diatas, tetapi bisa tidak berurutan.
Mark Knapp menyebut tahap – tahap hubungan interpersonal sebagai berikut :
c. Faktor situasional
Percakapan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan antara bidan dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar lalu lintas.
d. Kompetensi dalam melakukan percakapan
Agar efektif, suatu interaksi harus menunjukan perilaku kompeten dari kedua pihak. Keadaan yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi adalah :
Kegagalan menyampaikan informasi penting
Perpindahan topik bicara yang tidak lancer
Salah pengertian.
Pengaruh pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal
1. Pemahaman diri bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita. Apakah persepsi anda dengan orang lain terhadap diri sendiri sama, misalnya mungkin anda merasa sudah ramah, namun menurut orang lain belum tentu.
2. Pemahaman diri meliputi pengetahuan tentang siapa saya, apa kelemahan saya, apa kelebihan saya, bagaimana peasaan saya, apa keinginan saya, dan sebagainya.
3. Alasan lain pentingnya pemahaman diri adalah karena bidan bekerja berhadapan dengan berbagai pengalaman dan kondisi biologis, psikologis dan sosiologis dari kliennya.
4. Bidan perlu memahami bagaimana menghadapi kecemasan, kemarahan, kesedihan dan kegembiraan klien. Bidan harus tau bagaimana dirinya sendiri bersikap, apakah mudah cemas, mudah tersinggung, dan sebagainya sehingga ia tahu keterbatasan diri sewaktu melayani klien.
5. Bidan yang tidak memahami dirinya sendiri, kemungkinan akan sulit memahami apa yang dialami klien, misalnya tidak sesuai dengan nilai – nilai yang dianut bidan, bidan tidak akan dapat berkomunikasi dengan baik, karena kurang menerima klien apa adanya.
Atraksi dalam komunikasi interpersonal
Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Adanya daya tarik ini membentuk rasa suka. Rasa suka pada seseorang umumnya membuat orang yang kita sukai menjadi signifikan bagi kita. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi daya tarik seseorang dengan orang lain adalah :
1. Faktor – faktor personal
•Kesamaan karakteristik personal; cognitive consistency theory dari Fritz Heider mengemukakan bahwa orang cenderung memiliki sikap yang sama dengan orang yang disukai.
•Tekanan emosional ( stress )
•Harga diri yang rendah
•Isolasi sosial
2. Faktor – faktor situasional
•Daya tarik fisik
•Ganjaran ( reward )
•Familiarity
•Kedekatan ( closeness )
•Kemampuan
Dalam hubungan dengan atraksi interpersonal ini ada 4 ( empat ) teori “ liking “ yang menjelaskan :
1. Reinforcement theory menjelaskan bahwa seseorang menykai orang lain adalah sebagai hasil belajar.
2. Equity theory menyatakan bahwa dalam suatu hubungan, manusia selalu cenderung menjaga keseimbangan antara harga ( cost ) yang dikeluarkan dengan ganjaran ( reward ) yang diperoleh.
3. Exchange theory berpendapat bahwa interaksi sosial di ibaratkan sebagai transaksi dagang. Jika orang kenal pada seseorang yang mendatangkan keuntungan ekonomis dan psikologis, akan lebih disukai.
4. Gain – loss theory berpendapat bahwa orang cenderung lebih menyukai orang – orang yang menguntungkan bagi kita dan kurang tertarik pada orang – orang yang merugikan kita
Hubungan interpersonal
Hakikat dari hubungan interpersonal adalah bahwa ketika berkomunikasi, kita bukan hanya menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonal. Jadi, kita bukan sekedar menentukan isi tetapi juga relationship. Pandangan ini merupakan hal baru dan untuk menunjukan hubungan pesan komunikan ini disebut sebagai metakomunikasi.
Hubungan interpersonal terbentuk ketika proses pengolahan pesan ( baik verbal maupun non verbal ) secara timbal balik terjadi, dan hal ini dinamakan komunikasi interpersonal. Ketika hubungan interpersonal tumbuh, terjadi pula kesepakatan tentang aturan berkomunikasi antara para partisipan yang terlibat.
Hubungan interpersonal dapat di klasifikasikan berdasarkan faktor – faktor:
1. Jumlah individu yang terlibat yaitu hubungan diad dan hubungan triad. Hubungan diad adalah hubungan antara dua individu. William Wimot mengemukakan ciri – ciri hubungan interpersonal diad, antara lain adanya tujuan khusus, adanya fungsi yang berbeda, memiliki pola komunikasi yang khas. Hubungan triad adalah hubungan interpersonal antara tiga orang. Dibandingkan dengan hubungan diad, hubungan ini lebih kompleks, tingkat keintiman rendah dan keputusan yang diambil berdasarkan voting
a. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, adalah hubungan tugas ( task relationship ) dan hubungan sosial ( social relationship ).
b. Berdasarkan jangka waktu; hubungan jangka pendek dan hubungan jangka panjang.
c. Berdasarkan tingkat kedalaman / keintiman : hubungan akrab / intim.
Ruben mengemukakan tahap – tahap hubungan interpersonal, yaitu :
•Inisiasi
•Eksplorasi
•Intensifikasi
•Formalisasi
•Redefinisi
•Deteriorasi. Dalam kenyataannya, hubungan itu tidak selalu berjalan selaras dan bertahap seperti disebutkan diatas, tetapi bisa tidak berurutan.
•Inisiasi
•Eksperimen
•Intensifikasi
•Integrasi
•Pertalian atau ikatan, tahap – tahap ini tidak harus terjadi pada setiap hubungan interpersonal.
Mengenai tahap – tahap tersebut, Jalaludin Rahmat menyimpulkan bahwa perkembangan hubungan melalui tiga tahap :
•Pembentukan hubungan
•Peneguhan hubungan
•Pemutusan hubungan
Apabila dalam hubungan interpersonal terjadi konflik, akibat yang mungkin terjadi adalah berakhirnya hubungan interpersonal atau sebaliknya, meningkatnya kualitas hubungan. R.D.Nye, mengemukakan lima sumber konflik, yaitu :
•Kompetisi
•Dominasi
•Kegagalan
•Provokasi
•Perbedaan nilai
Dalam hubungan interpersonal, akan tumbuh apa yang dinamakan pola – pola relasional sebagai hasil dari aturan yang dikembangkan oleh partisipan bagaimana pola – pola relasional ini berkembang akan tergantung pada bagaimana komunikasi dilakukan. Ruben ada 5 pola relasional :
•Suportif dan defensive
•Tergantung ( dependent ) dan tidak bergantung ( independent )
•Kegagalan
•Provokasi
•Perbedaan nilai
Mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola hubungan interpersonal, menurut Ruben adalah :
•Tingkat hubungan dan konteks
•Kebutuhan interpersonal dan gaya komunikasi
•Kekuasaan
•Konflik
Sedang Jalaluddin Rahmat mengemukakan tiga faktor yang dapat menumbuhkan interpersonal, yaitu :
•Percaya diri
•Sikap bersahabat
•Sikap terbuka
Komunikasi kepada masyarakat melalui media massa, cetak, dan sosial
Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massal. Disebut demikian karena sifatnya yang massal misalnya : pers, radio, film, dan televisi.
1.Pers
Pers dalam arti luas meliputi segala barang yang dicetak yang ditunjukan untuk publik / umum tertentu, termasuk juga buku, pamflet, brosur, juga sebagainya. Kelemahan pers yang pertama adalah tidak adanya bunyi ( suara ) yang dapat membantu efektifitas komunikasi. Kelemahan kedua adalah untuk membaca diperlukan usaha.
2. Radio
Keseluruhan sistem gelombang suara yang dipancarkan dan stasiun pemancar dan diterima oleh pesawat penerima di rumah, di mobil, di kapal, dimana saja. Kelemahan radio adalah bahwa ia tidak dapat mendemonstrasikan karena layarnya terletak pada imajinasi pendengar intu sendiri. Namun kelebihannya terletak pada bunyi – bunyi yang dapat mendorong pembentukan imajinasi itu, yang terdiri dari sound effect, musik, dan kata – kata ( dialog ).
3, Film
Keseluruhan dari pita celluloid atau sejenisnya yang mengandung gambar – gambar yang kemudian dapat diproyeksikan pada layar.
4. Televisi
Media massa yang memancarkan suara dan gambar atau secara mudah dapat disebut dengan radio witlipicture atau movie at home.
Dari keempat media massa di atas tampaknya televisi adalah yang paling efektif dan efisien dalam kondisi sekarang.
Teknik membuat konten edukasi kesehatan
Edukasi Kesehatan adalah kegiatan upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan perorangan paling sedikit mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam upaya meningkatkan status kesehatan peserta, mencegah timbulnya kembali penyakit dan memulihkan penyakit.
Kegiatan Edukasi Langsung
Olah Raga Sehat
A.Perencanaan
Langkah-langkah persiapan yang dilakukan antara lain:
1. Menyusun Proposal : Membentuk tim / panitia kegiatan olah raga sehat.
2. Mendapatkan persetujuan kegiatan
O
3. Membuat alternatif format pelaksanaan kegiatan misalnya kerjasama dengan institusi / dinas, kerjasama dengan penyelenggara acara atau kerjasama dengan organisasi masyarakat kesehatan.
4. Membuat kerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemberian konsultasi dan pemeriksaan kesehatan sederhana pada saat kegiatan berlangsung.
5. Melakukan Koordinasi dan mengundang dengan instansi terkait/kelompok peserta
6. Menyiapkan Sarana dan Prasarana
7. Membuat publikasi untuk menyebarluaskan informasi jadwal kegiatan.
8. Melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan.
B. Pengorganisasian
1) Penanggung jawab kegiatan pada level provinsi dimana terdapat kantor Divisi Regional adalah Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan sedang jika tidak ada maka Kantor Cabang setempat.
2) Faskes tingkat Pertama berperan sebagai pemberi pelayanan konsultasi atau pemeriksaan kesehatan sederhana di lokasi kegiatan.
3) Kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan yang bersifat kesehatan dapat dilaksanakan untuk mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan.
4) Jika kegiatan dilakukan oleh penyelenggara acara maka Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan / Bagian Manajemen Pelayanan Primer berperan sebagai pengawas untuk memastikan kesesuaian format kegiatan selama kegiatan berlangsung.
c. Pelaksanaan
1) Kegiatan dilaksanakan pada tiap Ibukota Provinsi dan Kota/Kabupaten dengan frekuensi yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
2) Jenis kegiatan yang dapat diselenggarakan antara lain: senam sehat, senam osteoporosis, senam lansia, senam pernafasan, senam diabetisi, dan sebagainya.
3) Tema penyelenggaraan yang ditetapkan oleh Kantor Pusat (generik) adalah senam lansia, senam pada hari Diabetes Melitus, senam dalam rangka ulang tahun BPJS Kesehatan / Pemerintah Provinsi dan Hari Kesehatan Nasional. Untuk senam program tertentu yang spesifik daerah (muatan lokal) dapat ditentukan masing-masing.
4) Tempat penyelenggaraan di dalam atau luar ruang yang tersedia pada instansi, badan usaha, kantor dinas/pemerintah, lapangan terbuka ataupun pada gelanggang olahraga di wilayah setempat.
5) Konsultasi dan pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan setelah kegiatan.
6) Publikasi dapat dilakukan untuk mendukung penyebarluasan informasi kegiatan.
D. Monitoring Dan Evaluasi Penanggung jawab kegiatan memonitor pelaksanaan kegiatan dengan pengentrian data pada aplikasi pelaporan kegiatan dan membuat dokumentasi kegiatan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Evaluasi kegiatan dilakukan mereview :
1) Frekuensi dan jenis kegiatan
2) Jumlah peserta yang berpartisipasi
3) Materi edukasi langsung yang disampaikan
Teknik penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat melalui media massa, cetak, dan elektronik
•Media cetak
Dalam komunikasi kesehatan, yang dimaksud dengan media cetak menurut Susilowati (2016) adalah media yang mengutamakan pesan-pesan visual, biasanya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna.
Yang termasuk media cetak di antaranya adalah booklet, leaflet, flyer (selebaran), flip chart (lembar balik), rubrik atau tulisan pada surat kabar atau majalah, poster, tabloid, dan foto yang mengungkapkan informasi kesehatan.
•Media elektonik
Media elektonik dalam komunikasi kesehatan adalah media yang menyediakan cakupan yang sangat luas bagi pesan-pesan komunikasi kesehatan.
Media elektronik digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada khalayak luas secara cepat dengan tujuan untuk menciptakan dan mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Yang termasuk media elektronik adalah radio, televisi, telegram, short message service ( SMS ), dan telepon.
Comments
Post a Comment