komunikasi
A.PENGERTIAN KOMUNIKASI
komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan.atau diartikan pula sebagai saling tukar menukar pendapat dan dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia.
ada beberapa pengertian komunikasi menurut para ahli:
- 1.edward depari
- james A.F stoner
- jhon R scheremor
- wiliam F. gluek
B.UNSUR UNSUR KOMUNIKASI
- PESAN
- KOMUNIKATOR
- SUMBER
- CHANEL
- UMPAN BALIK
C.KOMPONEN KOMPONEN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBL
1.komunikasi verbal
adalah komunikasi yang menggunakan kata kata ataupun ,perasaan,emosi,pemikiran
komunikasi verbal menyangkut beberapa aspek:
- perbedaan kata
- kecepatan
- intinasi suara
- humor
- singkat dan jelas
2.komunkasi non verbal
komunikasi yang tidak menggunakan bahasa secara langsung,jadi komunikasi non verbal adalah bahasa yang menggunakan bahasa tubuh
ada 5 unsur non verbal sebagai berikut:
- penampilan yang baik
- selalu tersenyum
- pupil mata yang membesar dan tatapan yang stabil
- sikap percaya diri
- gestur yang tepat
D.FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
hambatan hambatan komunikasi sebagai berikut:
- kebisingan
- keadaan psikologis komunikasi
- keadaan komunikan dan komunikator
- kesalahan penilaian oleh komunikator
- kurangnya pengetahuan oleh komunikator dan komunikan
- bahasan
- isi pesan berlebihan
- bersifat satu arah
- factor teknis
- kepentingan atau inters
- prasangka
- cara penyajian yang verbalitis atau sebagainya
E.BENTUK BENTUK KOMUNIKASI
ada 4 bentuk komunikasi yaitu;
1. Komunikasi
massa
Komunikasi yang menggunakan media massa.
2. Komunikasi
interpersonal
Proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang,
berupa pengolahan informasi melalui panca indra dan system syaraf.
3. Komunikasi
intrapersonal
Kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung
antara seseorang dengan orang lainnya.
percakapan melalui telepon, dll.
4. Komunikasi
kelompok
Komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu.
2.KOMUNIKASI
EFEKTIF DAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA
A.KOMUNIKASI EFEKTIF
a.pengertian komunikasi efektif
menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An
introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa komunikasi
yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi
derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi
yang lebih efektif terjadi apabila
gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik
pula
b. Langkah – langkah membangun
komunikasi yang efektif
1. Bertanya
2.Mendengarkan
3.Mengulang
4.Klarifikasi
5.Refleksi
6.Memfokuskan
7.Diam (memelihara ketenangan)
8.Memberi informasi
9.Menyimpulkan
B.HUBUNGAN
ANTAR MANUSIA
a.pengertian antar manusia
1. hubungan antar manusia dalam arti
luas adalah interaksi antara sesorang dengan oranglain dalam segala situasi
disemua bidang kehidupan
2. hubungan antar manusia dalamarti
sempit adalah interaksi antar seseorang dengan semua orang lain dalam situasi
kerja dan dalam organisasi kekaryaan.
b.Tujuan antar hubungan manusia
1. menemukan diri sendiri
2.menemukan dunia luar
3.membentuk dan memelihara hubungan
yang bermakna dengan orang lain
4.mengubah sikap dan perilaku
sendiri dan orang lain
5.bermain dan hiburan
6.memberikan bantuan
c.Teknik-teknik hubungan antar
pribadi
1.Tindakan sosial
2. Kontak sosial
3. Komunikasi sosial
4. Teori hubungan antar manusia
d.Teori Johary Windows
Teori ini merupakan teori yang
mengungkapkan tentang tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran mengenai diri
kita. Johary Windows digambarkan sebagai segi empat dengan garis tengah yang
membelah jendela menjadi dua bagian. Bagian atas menunjukkan bagian diri kita
yang diketahui oleh oranglain disebut public self, sedangkan bagian bawah
menggambarkan aspek diri kita yang tidak diketahui oleh orang lain disebut
sebagai private self.
Bila jendela dibelah kebawah sebelah
kiri adalah aspek diri yang kita ketahui, dan sebelah kanan adalah aspek yang
tidak diketahui. Jika kedua jendela digabung, maka Johary Windows menjadi
lengkap. Lalu tiap kamar dimasukkan konsep-konsep terbuka (open), buta (blind),
tersembunyi (hidden), tidak dikenal (unknown).
Empat jendela tersebut adalah :
1. Kotak pertama / daerah terbuka (open area)
Meliputi informasi komunikasi interpersonal yang dimengerti oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.2. Kotak kedua / daerah buta (blind area)
Meliputi informasi yang tidak dimengerti oleh diri sendiri tetapi dipahami oleh orang lain.
3. kotak ketiga / daerah tersembunyi (hidden area)
Meliputi informasi yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri tanpaorang lain mengetahuinya
4. Kotak ke empat / daerah tak dikenal (unknown area)
Meliputi informasi yang tidak diketahui olehdirinya sendiri maupun oleh orang lain.
Meliputi informasi komunikasi interpersonal yang dimengerti oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.2. Kotak kedua / daerah buta (blind area)
Meliputi informasi yang tidak dimengerti oleh diri sendiri tetapi dipahami oleh orang lain.
3. kotak ketiga / daerah tersembunyi (hidden area)
Meliputi informasi yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri tanpaorang lain mengetahuinya
4. Kotak ke empat / daerah tak dikenal (unknown area)
Meliputi informasi yang tidak diketahui olehdirinya sendiri maupun oleh orang lain.
e.
Tipe-tipe manusia
1.
Sanguinis
2. Plegmatis
3.
Koleris
4. Melankolis
3.MENDENGAR AKTIF DAN BERTANYA EFEKTIF
1.pengertian mendengar aktif
adalah suatu keterampilan dasar bagi bidan untuk menghimpun informasi sebanyak-banyaknya untuk menegakkan diagnosa dengan baik dan umpan balik pada pasien atau klien.
2.tujuan mendengar aktif
- mendorong klien untuk berbicara
- menunjukkan minat dan perhatian kita pada klien
- memberi arahan percakapan kita pada klien
- mendengar pasif/diam
- memberikan perhatian verbal dan non-verbal
- membuka pembicaran
- mendengar aktif
- menerima orang lain apa adanya.
- menghargai perasaan orang lain
- toleransi terhadap keanehan orang lain dengan cara konsenterasi pada isi bukan cara bicaranya.
- perhatian penuh dan berpusat pada klien dalam pandangan tertentu berpusat pada klien dengan wajah datar
- mendengarkan segala sesuatu yang di katakan klien.
- duduk menghadap klien
- melakukan pengulangan.
- sikap mendengar acuh tak acuh,tidak ada kontak mata pada klien
- Kegagalan mengikuti orang lain berbicara (interupsi dini)
- . Mulai berbicara cerita anda sendiri (bedakan dengan membuka diri).
- Kehilangan pikiran sejenak.
- Bereaksi secara impulsive (tuhan ampun deh).
- Memberikan nasehat sangat awal.
- Memberikan nilai
- Mengekspresikan asumsi diri pada pasien.
Adalah mendorong klien untuk bicara sehingga apa yang menjadi
masalahnya bisa terkaji secara lengkap,menunjukan minat dan perhatian kita
kepada klien, meningkatkan kesadaran kita terhadap perasaan klien dan memberi
suatu arahan percakapan terhadap klien. hal ini, untuk menghindari percakapan
percakapan yang tidak dibutuhkan dan untuk dapat mengali informasi dan
kebutuhan klien.
7.
Jenis Pertanyaan
a. Pertanyaan Tertutup Pertanyaan tertutup bermanfaat untuk
mengumpulkan informasi yang faktual (biasanya dilakukan pada awal-awal
percakapan), yang menghasilkan jawaban singkat ( ya atau tidak).
b. Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang memberi kebebasan menjawab dan
memungkinkan adanya berbagai macam jawaban.
c.
Pertanyaan Mendalam Pertanyaan mendalam digunakan untuk menanggapi pernyataan
yang disampaikan oleh klien.
d. Pertanyaan Mengarahkan
(bersifat sugestif) Jenis pertanyaan ini sangat tidak tepat untuk digunakan
dalam melakukan komunikasi dengan klien, bahkan sebaiknya dihindari.
8.
Teknik bertanya efektif
1. Gunakan intonasi suara yang menunjukan perhatian,
minat dan keakrapan. Jangan terlalu cepat / lambat atau terlalu keras atau
lemah.
2. Gunakan kata kata yang dipahami klien, karna bahasa bahasa ilmiah
yang tidak dipahami klien tidak akan bisa terjawab atau bahkan menyebakan salah
arti.
3. Ajukan pertanyaan pertanyaan satu persatu. Jangan mengejukan beberapa
pertanyaan sekaligus karna ini tidak efektif
4. Tunggu jawaban dengan penuh
minat jangan memotong biarkan klien menyelesaikan kalimatnya karna pemotongan
ditengeh kalimat bisa menimbulkan salah presepsi.
5. Gunakan kata kata yang
mendorong klien untuk tetap bicara (bagaimana ?,dan, lalu,maksudnya?)
6. Bila
harus menanyakan hal yang sangat pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus
ditanya.
7. Hindari penggunaan tanda “mengapa”karna kemungkinan klien dapat
merasa disalahkan.
9. Manfaat bertanya efektif
1. Membuat orang yang anda ajak
bicara memahami / mencoba memahami.
2. Mendorong seseorang untuk cerita seperti
dialami benar benar.
3. Memperjelas pecakapan antara anda sebagai pendengar dan
pembicara.
4. Memberikan penjelasan untuk menceritakan hal hal yang ingin
diceritakannya. 5. Mecegah pembuatan kesimpulan secera terburu buru
4. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KLIEN DALAM
PELAYANAN ASUHAN KEBIDANAN
1 PENGERTIAN KLIEN
Klien
atau pelanggan ( customer ) adalah orang yang akan mendefinisikan hasil dari
proses yang diberikan ( puas/tidak puas ) .
Menurut Vincent, pelanggan adalah semua
orang yang menuntut kita atau perusahaan kita untuk memenuhi suatu standar
kualitas tertentu dan karena itu akan memberi pengaruh pada kinerja staff atau
perusahaan.
2 ORANG-ORANG YANG DISEBUT KLIEN DALAM
ASUHAN KEBIDANAN
Orang-orang
yang disebut pelanggan atau klien dalam pelayanan kebidanan adalah :
1.
Bayi baru lahir
2.
Balita
3.
Remaja putri
4.
WUS ( Wanita Usia Subur )
5.
PUS ( Pasangan Usia Subur )
6.
Pasutri ( pasangan suami istri )
7.
Wanita pada masa pra-menopause, menapouse,
dan pascamenopause
3
TIPE-TIPE PELANGGAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
Pelanggan
dalam pelayanan kebidanan dibedakan atas 3 tipe yaitu :
1.
Pelanggan yang menerima asuhan: bayi,
balita, remaja putri, ibu.
2.
Pelanggan pengguna pelayanan kebidanan.
Secara sederhana pelanggan dalam pelayanan
kebidanan dapat dikelompokkan menjadi dua:
a.
Pelanggan eksternal ( bayi, balita,
remaja, ibu, yang membayar asuhan yang diberikan).
b.
Pelanggan internal ( bidan, dokter, dan
tenaga kesehatan lainnya, serta tenaga yang terlibat dalam pemberian asuhan
atau pelayanan secara langsung).
3.
Pelanggan yang membayar pelayanan
kebidanan atas nama klien:
a.
Instansi kesehatan berwenang (
jamsostek/askes).
b.
Praktisi umum.
4 LINGKUP/BIDANG KONSELING KEBIDANAN
1. Konseling pada anak-anak
Seorang anak membutuhkan bimbingan dan
dukungan moral dan fisik dari keluarga yang juga akan mengatur cara pandang
mereka. Karenanya hubungan anak dengan anak lainnya didasarkan pada keyakinan,
presfektif, aturan dan nilai keluarga.memahami kebutuhan anak, sangat
diperlukan dalam membantu menyikap perilaku emosional mereka. Anak-anak perlu
merasa dihargai dan bangga terhadap diri sendiri. Jadi peran kita sebagi bidan terhadap
konseling anak-anak adalah memahami bagaimana pola pikir mereka yang belum
terlalu luas dan mengajari mereka tentang hal-hal kecil yang mana yang baik dan
mana yang tidak baik. Karena diusia anak-anak terkadang mereka cepat menangkap
apa yang didengar oleh mereka.
2. Konseling pada remaja
Remaja merupakan aset bangsa yang sangat
menentukan bagaimana kualitas bangsa dimasa mendatang baik kualitas
kepribadian, kesehatan, maupun pendidikannya. Saat ini masalah pendidikan dan
kesehatan remaja menjadi topik pembicaraan diberbagai kalangan.
Bidan sebagai tenaga kesehatan dan anggota
masyarakat, bertanggungjawab terhadap permasalaha yang diadapi remaja. Untuk
itu, peranan bidan sebagai konselor akan sangat membantu dalam penangan masalah
remaja. Menjadi tugas bidan untuk memberikan bimbingan dan konseling sehingga
dapat membantu meningkatkan derajat reproduksi remaja.
Topik
konseling remaja yang dapat diberikan bidan meliputi hal-hal
sebagai berikut :
1.
Remaja dan kesehatan reproduksi remaja
2.
Seksualitas
3.
Pengenalan organ reproduksi laki-laki dan perempuan
4.
Proses terjadinya kehamilan, kehamilan
yang tidak dikehendaki, dan aborsi yang tidak aman.
5.
IMS dan HIV/AIDS
6.
Isu gender
7.
Narkoba dan zat adiktif
8.
Hubungan dengan pasangan sebelum dan
sesudah menikah
9.
Kekerasan pada remaja
Bidan sebagi konselor melaksanakan konseling terhadap remaja yang
bermasalah juga kepada keluarga sebagai orang tua, bertujuan antara lain:
1.
Mencegah upaya abortus provokatus
2.
Mendorong ibu ( remaja yang hamil ) untuk
mencari pelayanan kesehatan
3.
Mempersiapkan kelahiran bayi secara normal
4.
Mempersiapkan ibu dan keluarga agar
menerima kelahiran bayi
5.
Pada orang tua remaja, mendorong untuk
diresmikannya pernikahan putra putrinya
3 . Konseling pada ibu atau calon
orangtua
Aktivitas konseling calon orangtua/menjad orangtua membantu pemahan diri
untuk menjadi orangtua baik sebagai ayah maupun sebagai ibu. Ketika masuk masa
transisi terjadi suatu gejolak yang dialami oleh individu walaupun sifatnya
hanya sementara. Pada saat itu, individu merasakan adanya masalah yang harus
dihadapi yang merupakan upaya adaptasi pada situasi yang alami.
Salah satu peran bidan ketika menghadapi klien adalah melaksanakan kegiatan
bimbingan dan konseling kebidanan. Untuk memperjelas arah pembelajaran
konseling kebidanan pada orangtua, perlu ada pemahaman terlebih dahulu tentang
bagaimana menjadi orangtua, tanggungjawab suami sebagi kepala keluarga dan
sebagai ayah dan tanggungjawab perempuan sebagi ibu dalam keluarga.
Masalah
yang sering dihadapi keluarga antara lain :
1.
Kesehatan anggota keluarga, meliputi
kondisi kesehatan ayah/suami,ibu/istri dan anak.
2.
Pendidikan, meliputi pendidikan formal dan
non formal bagi anggota keluarga. Latar belakang pendidikan ayah dan ibu sangat
berpengaruh terhadap pola pikir keluarga dalam menentukan pendidikan pada
anaknya.
3.
Hubungan antara dan inter keluarga, sangat
berpengaruh terhadap kehidupan keluarga terutama hubungan ibu dan ayah yang
biasanya menjadi model bagi anak-anaknya. Hubungan ini menjadi pola perilaku
anak dimasyarakat dan diluar keluarga. Hungan keluarga menjadi kurang harmonis
karena ketidak samaan pandangan.
4.
Psikososial, masalah psikososial biasanya
terjadi akibat terciptanya adaptasi dimasyarakat, terutama terhadap norma dan
tata nilai yang berlaku dalam masyakat.
Bidan dapat memberi layanan konseling
kebidanan pada calon pengantin, maupun pasangan baru yang akan masuk dalam
kehidupan keluarga.
4 . Konseling masa antenatal atau konseling pada ibu hamil
Konseling pada masa antenatal terutama
ditujukan pada ibu dengan kehamilan pertama, dalam hal ini bidan perlu
menginformasikan beberapa hal:
Perubahan pada trisemester pertama:
1.
Perubahan pada fisik pada ibu hamil :
a.
Mual yang dapat disertai muntah
b.
Enggan makan dan mengidam
c.
Perubahan payudara
d.
Keletihan dan rasa mengantuk
e.
Sering berkemih
f.
Rasa perut panas, gangguan pencernaan,
kembung.
2.
Perubahan psikologis pada ibu hamil
a. Merasa tidak nyaman
b. Muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan
c. Perasaan tidak menentu yang tidak diketahui penyebabnya
Perubahan pada trisemester kedua:
1. Perubahan fisik
a. Ibu masih merasa letih
b. Frekuensi sering berkemih mulai berkurang
c. Berkurangnya mual dan muntah
d. Kadang-kadang sembelit
e. Nafsu makan bertambah dll
2. Perubahan psikologis
a.
Ibu sudah merasa sehat
b.
Ibu sudah bisa menerima kehamilannya
c.
Merasakan pergerakkan janin
d.
Merasa terlepas dari ketidak nyamanan dan
kekhawtiran
Perubahan pada trisemester ketiga:
1. Perubahan fisik
a. Sesak nafas
b. Nyeri punggung
c. Nyeri tekan payudara
d. Sering berkemih
e. Konstitasi dll
2. Perubahan psikologis
a. Rasa tidak nyaman timbul lagi, merasa dirinya jelek, aneh dan tidak menarik
b. Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan
c. Merasa sedih karena akan terpisah dengan bayinya
d. Merasa kehilangan perhatian
Bidan sebagi konselor dalam konseling pada
ibu hamil harus memperhatikan umur kehamilan dan keadaan ibu pada saat itu.
Pada tahap awal konseling, selalu diadakan hubungan yang mengenakan seperti
pelaksanaan konseling pada umumnya.
5. Konseling pada ibu bersalin ( melahirkan )
Konseling pada ibu melahirkan/pemberian
bantuan pada ibu yang melahirkan dengan kegiatan bimbingan proses melahirkan.
Tujuan aktivitas ini untuk kesejahteraan ibu dan proses kelahiran dapat
berjalan dengan semestinya.
Keberhasilan proses persalinan sampai
terjadi kelahiran bayi ditentukan oleh empat faktor yang mencakup : (1).
Psikis, adalah keberadaan mental dan emosional ibu. (2). Power, merupakan
kekuatan otot-otot uterus dan otot abdomen. (3). Passegeway, terdiri atas
vagina, introitus vagina, dan tulang panggung. (4). Passenger, merupakan hasil
konsepsi, janin, plasenta, dan cairan amnion yang memberi pengaruh terhadap
persalinan.
Konseling pada ibu bersalin dapat dibagi
menjadi beberapa tahap yaitu tahap 1, tahap 2, tahap 3, tahap 4.
6. Konseling pada ibu nifas
Bantuan konseling pada ibu nifas, meliputi
: adaptasi pada masa nifas, teknik menyusui dan perawatan payudara atau
manajemen laktasi. Pemahaman klien terhadap keadaan pada dirinyaperlu
memperoleh batuan, adanya perasaan nyerisetelah bersalin, engorgement, proses
involusi, proses lokhea, laktasi. Pelaksanaan asuhan kebidanan dengan rawat
gabung (rooming in) yang artinya pelaksanaan rawat gabung ibu dan bayainya.
Dalam keadaan tersebut, ibu diajak untuk mulai memperhatikan bayinya dan mulai
melakukan kedekatan antara ibu dan bayinya.dalam proses konseling, bidan
sebagai konselor harus mampu mendengarkan klien dan melaksanakan bimbingan dan
pelatihan kepada ibu dalam rangka memandirikan ibu dalam rangka merawat dan
memenuhi kebutuhan bayinya.bidan memeriksa keadaan pundus uteri dengan penuh
kelembutan perabaan serta melakukan komunikasi dengan klien dan menerima segala
keluhan klien. Bidan membimbing klien dalam melaksanakan proses penyesuaian
yang baik pada proses rawat gabung. Bidan mencontohkan cara memengang bayi
dengan kasih sayang penuh.
7. Konseling keluarga berencana
konseling merupakan aspek yang sangat
penting dalam pelayanan kb. Dengan melakukan konseling, berarti petugas
membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan
digunakan sesuai dengan pilihan. Pendekatan pelayanan yang
digunakan adalah pendekatan secara medik, dan konseling.
Informasi awal pada saat konseling kb adalah
manfaat kb terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga, jenis metode dan alat
kontrasepsi, efek samping dan cara penanggulangannya, komplikasi dab cara
penanggulangannya.
1.
Hal-hal yang dibutuhkan utntuk melakukan konseling KB yang baik terutama
bagi calon klien KB baru:
a.
Perlakukan klien yang baik
b.
Intraksi antara petugas dan klien
c.
Memberikan informasi yang baik terhadap
klien
d.
Hindarin pemberian informasi yang
berlebihan
e.
Tersedianya metode yang diingankan klien
f.
Membantu klien untuk mengerti dan mengingat
2.
Langkah langkah konseling KB (SATU TUJU)
Kata kunci SATU TUJU adalah:
SA: Berikan salam kepada klien secara terbuka
dan sopan.
T: Tanyakan kepada klien informasi tentang
dirinya
U: Uraikan kepada klien mengenai pilihannya
dan beritahu apa pilihan reproduksi
yang paling mungkin, termasuk pilihan beberapa jenis kontrasepsi.
TU: Bantulah klien menentukan pilihannya
J: Jelaskan secara lengkap bagaimana
menggunakan kontrasepsi pilihannya.
U: Perlunya dilakukan kunjungan ulang
8. Konseling genetik
Konseling genetik pada hakikatnya akan
menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kelainan pada suatu keluarga, serta
memberikan gambaran dan dapat memperkirakan terulangnya suatu kelainan didalam
keluarga yang sama.
Fungsi konseling genetik:
1. Funsi preventif tingkat I, iyalah memberikan informasi tentang berbagai
faktor genetik yang mungkin ada.
2. Fungsi preventif tingkat II, ialah mengadakan deteksi pasangan calon suami
istri yang berkaitan dengan masalah genetik, baik dalam masa pra konsepsi
maupun pra kelahiran.
3. Fungsi preventif tingkat III, memberikan informasi tentang langka-langka
dalam pengambilan keputusan orang tua yang memiliki anak dengan kelainan.
Cara pelaksanaan konseling genetik:
a. Mengdakan anamnesis untuk mengali masalah yang berkaitan dengan keturunan
dan menyusun pedegre (genogram).
b. Mengajak pasangan untuk memahami kemungkinan terjadinya kelainan genetik
atau kelainan herediter.
c. Mencari jalan keluar bersama klien dengan pasangannya dan memberikan
alternatif jalan keluar.
d. Mendorong klien dan pasangannya untuk mengambil keputusan secara cepat.
e. Mambantu klien untuk melaksanakan jalan keluar yang sudah dipilih.
9. Konseling menopause
Wanita yang mengalami monopous dini
memiliki gejala yang sama dengan monopous pada umumnya seperti hot flashes
(perasaan hangat diseluruh tubuh yang terutama terasa pada dada dan kepala),
gangguan emosi, kekeringan pada vagina, dan menurunnya keingina berhubungan
seksual.
Gejala meno dan primenopouse
1. Gejala jangka pendek : vaso motorik: hot flashes, gangguan tidur, palpitasi,
sakit kepala.
Perubahan psikis/gejala psikologis
Kejadian defenisi ini juga dijumpai pada
laki-laki. Stres sosial juga dapat mempengaruhi persaan sejahtera seorang
wanita disekitar masa menopouse dan mungkin berhubungan dengan
kejadian-kejadian:
a. Kematian atau sakitnya orang tua.
b. Perpisahan atau ketidak harmonisan perkawinan.
c. Kurangnya kepuasan pada pekerjaan
d. Penambahan berat badan dan kegemukan.
2. Gejalah menegah, berubah: pemenurunnya keingina berhubungan seksual,
kekeringan pada vagina, urogenital, ovarium, uterus, servik, vulva, organ lain:
rambut, kulit, mulut dan hidung, mata otot dan sendi, saluran pernapasan
payudara.
3. Gejala jangkaa panjang: osteoporosis, penyakit cardiovascular
10. Konseling tentang kekerasan
Perbedaan gender merupakan faktor pemicu
terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan (KTP)
adalah setiap tindakan yang berakibat kesensaraan atau penderitaan pada
perempuan baik secara fisik, seksual, atau psikologis, termasuk pemaksaan atau
perampasan secara sewenang-wenang baik yang terjadi didepan umum atau dalam
lingkungan kehidupan pribadi. Seringkali kekerasan terhadap perempuan terjadi
karena adanya ketimpangan atau ketidak adilan gender.
Hak istimewah yang dimiliki laki-laki ini
seolah-olah menjadikan perempuan sebagai barang milik laki-laki yang berhak
untuk diperlakukan semena-mena, termasuk dengan cara kekerasan, perempuan pun
berhak memperoleh perlindungan hak asasi manusia.
Kekerasan perempuan dapat terjadi dalam
bentuk kekerasan fisik, noon fisik, serta psikologis atau jiwa. Kekerasan fisik
adalah tindakan yang bertujuan untuk melukai, menyiksa, menganiaya orang lain.
Tindakan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan anggota tubuh pelaku atau
dengan benda lain.
Kekerasan nonfisik adalah tindakan yang
bertujuan merendahkan citra atau kepercayaan diri seseorang perempuan, baik
melalui kata-kata maupun melalui perbuatan yang tidak disukai oleh korbannya.
Tindakan kekerasan terhadap perempuan
semakin hari semakin meningkat, untuk itu bidan sebagai salah satu tenaga
kesehatan yang paling sering bersinggungan dengan perempuan perlu memeberikan
informasi, bimbingan, maupun konseling tentang kekerasan. Konseling yang harus
diberikan tentang kekerasan terhdap perempuan adalah hal-hal seperti pelecehan
seksual, kekerasan dalam pacaran, kekerasan dalam rumah tangga serta bagaimana
upayah mengatasi upayah kekerasan tersebut
5
STRATEGI MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
Melakukan
strategi membantu klien dalam pengambilan keputusan:
Setiap
keputusan yang bersifat kompleks, terdapat banyak faktor dan persasaan
Tercakup
didalamnya.
1. Ada 4 strategi yang dapat membantu klien membuat keputusan:
a. Membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya
b. Membantu klien dalam mempertimbangkan keputusan pilihan
c. Membantu klien mengevaluasi pilihan
d. Membantu klien menyusun rencana kerja
2. 3 K dalam pembuatan keputusan yang baik
a. Langkah pertama
Identifikasi kondisi yang dihadapi oleh klien
b. Langkah kedua
Susunlah daftar kehendak atau pilihan keputusan
c. Langkah ketiga
Untuk setiap pilihan buatlah daftar konsekuensinya baik yang positif maupun
yang negatifnya
3. Tahapan ini merupakan inti dari proses konseling
a. Konselor membantu klien memahami permasalahnnya
b. Konselor membantu memberikan alternatif pemecahan masalah
c. Konselor membantu klien memilih alternatif pemecahan masalah dengan segala
konsekuensinya
6
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
1. Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami
tubuh,seperti: rasa sakit, tidak nyaman, atau nikmat. Ada kecenderungan
menghadirkan tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang; atau sebaliknya
memilih tingkahlaku yang meberikan kesenangan.
2. Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang
akan bereaksi pada situasi secara subjektif.
3. Rasional
Didasarkan pada pengetahuan. Orang-orang
mendapatkan informasi, memahmi situasi dan berbagai konsekuensinya.
4. Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual
dan kemampuan melaksanakannya. Seorang akan menilai potensi diri dan
kepercayaan dirinya melalui kemampuan dalam bertindak.
5. Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan-jaringan
sosial yang ada. Hubungan antar satu orang ke orang lainnya dapat mempengaruhi
tindakan individual.
6. Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi
dan politik, lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik
suatu tingkah laku tertentu.
7 TIPE-TIPE/JENIS-JENIS
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
1. Pengambilan keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena ketidak sanggupan
atau merasa tidak sanggup
2. Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya; langsung diputuskan, karena
keputusan tersebut diraakan paling tepat.
3. Pengambilan keputusan yang terpaksa,karna segera dilaksanakan.
4. Pengambilan keputusan yang reaktif. Sering kali dilakukan dalam situasi
marah dan tergesa-gesa.
5. Pengambilan keputusan yang ditangguhkan, dialihkan pada orang lain yang
bertanggungjawab.
6. Pengambilan keputusan secara berhati-hati: dipikirkan baik-baik,
mempertimbangkan berbagai pilihan.
Tegaskan bahwa bidan bertujuan membantu klien
dengan berhati-hati, bijaksana,serta mengambil keputusan yang didasarkan pada
pengetahuan, fakta dan juga mempertimbangkan semua pilihan.
8
PEMBERIAN INFORMASI EFEKTIF DALAM MENGAMBIL
KEPUTUSAN
Pemberian informasi efektif, bila :
1. Informasi yang diberikan spesifik, dapat membantu klien dalam mebuat
keputusan
2. Informasi disesuaikan dengan situasi klien, dan mudah dimengerti
3. Diberikan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a. Singkat, dan tepat ( pilih hal-hal penting yang perlu diingat klien )
b. Menggunakan bahasa sederhana
c. Gunakan alat bantu visual sewaktu menjelaskan
d. Memberikan kesempatan klien bertanya dan minta klien mengulang hal-hal
penting yang perlu diingat .
9
UPAYA MENGATASI KESULITAN PADA KLIENTiap individu harus paham akan dirinya. Dengan pemahaman terhadap diri maka
kita akan bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi saat komunikasi yang
berasal dari komunikator atau bidan sendiri. Adapun untuk memperlancar
komunikasi/konseling persiapan materi, bahan, alat yang bisa mempermudah
penerimaan klien terhadap apa yang akan kita sampaikan perlu dipersiapkan
sebelumnya. Sebagai seorang bidan kita harus menguasai ilmu komunikasi sehingga
dapat melakukan konseling dengan baik pada semua klien dengan bermacam karakter
dan keterbatasan mereka.
5.Komunikasi
dalam kelompok
A.PENGERTIAN KELOMPOK
Kelompok
adalah
sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sma lain
untuk mencapai tujuan bersama,mengenal satu sama lain,dan memandang mereka
sebagai bagian dari kelompok tersebut.kelompok ini misalnya adalah
keluarga,kelompok diskusi,kelompok pemecahan masalahan,atau suatu komite yang
tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.
B.MANFAAT KEGIATAN KELOMPOK
-
Memenuhi kebutuhan sosial
- Membentuk konsep diri
- Memberi atau menerima dukungan dan bantuan
- Berbagi dengan orang lain
- Menambah wawasan
- Menambah rasa solidaritas antar anggota kelompok
- Membentuk konsep diri
- Memberi atau menerima dukungan dan bantuan
- Berbagi dengan orang lain
- Menambah wawasan
- Menambah rasa solidaritas antar anggota kelompok
C. KLASIFIKASI
KELOMPOK
1.
Kelompok primer
dan skunder
kelompok
primer
adalah
suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab,personal dan menyentuh
hati dalam asosiasi dan kerja sama.
Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab,tidak personal,dan tidak menyentuh hati kita.
Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab,tidak personal,dan tidak menyentuh hati kita.
2.
KELOMPOK
KEANGGOTAAN DAN KELOMPOK RUJUKAN
Theodore
Newcomb(1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan
(membership group) dan kelompok rujukan (refence group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota anggota nya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standar ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
(membership group) dan kelompok rujukan (refence group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota anggota nya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standar ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
3.
KELOMPOK
DESKRIPTIF
DAN KELOMPOK PRESKRIPTIF
John
F. Cragan dan David w. Wright (1980) membangi
kempok
menjadi dua yaitu :
Deskriptif
dan Preskriptif. Deskriptif menunjukan
klasifikasi kelompok dengan menlihat proses membentuknya secara
alamiah,sedangkan kategori Preskriptif mengklasifikasikan kelompok menurut
langkah-langkah rasional yang harus di lewati oleh anggota kelompok untuk
mencapai tujuan nya. Kelompok Preskriptif mengacu pada langkah-langkah tujuan
kelompok.
D. Faktor-faktor yang mempengaruhi
keefektifan kelompok
Angota-anggota
kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan: melaksanakan tugas kelompok
dan memelihara moral anggota-anggotanya. Tujuan pertama di ukur dari hasil
kerja kelompok disebut prestasi
(performance)
tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation) jadi, bila
kelompok dimaksudkan untuk saling berbagai informasi (misalnya kelompok
belajar), maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang
diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana angota dapat memuaskan kebutuhannya
dalam kegiatan kelompok
1.
Faktor situasional karakteristik kelompok
meliputi:
a.
Ukuran kelompok
Hubungan
antara ukuran kelompok dengan prestasi kerja kelompokbergantung pada jenis
tugas yang harus diselesaikan oleh kelompok
Tugas kelompok dapat di bedakan dua macam yaitu tugas koaktif dan interaktif. Pada tugas koaktif,masing-masing angota berkerja sejajar dengan yang lain,tetapi tidak brinteraksi. Pada tugas interaktif, anggota-anggota kelompok berinteraksi secara ter organisasi untuk menghasilakan sutu produk,keputusan ,atau penilaian tunggal. Pada tugas koaktif jumlah anggota berkorelasi positif dengan pelaksanaan tugas. Yakni makin banyak anggota makin besar jumlah pekerjaan yang di selesaikan. Misalnya satu orang dapat memindahkan tong minyak ke satu bak truk dalam sepuluh jam, maka sepuluh orang dapat memindahkan pekerjaan tersebut dalam satu jam.tapi bila mereka sudah mulai berinteraksi, keluaran secara keseluruhan akan berkurang.
Tugas kelompok dapat di bedakan dua macam yaitu tugas koaktif dan interaktif. Pada tugas koaktif,masing-masing angota berkerja sejajar dengan yang lain,tetapi tidak brinteraksi. Pada tugas interaktif, anggota-anggota kelompok berinteraksi secara ter organisasi untuk menghasilakan sutu produk,keputusan ,atau penilaian tunggal. Pada tugas koaktif jumlah anggota berkorelasi positif dengan pelaksanaan tugas. Yakni makin banyak anggota makin besar jumlah pekerjaan yang di selesaikan. Misalnya satu orang dapat memindahkan tong minyak ke satu bak truk dalam sepuluh jam, maka sepuluh orang dapat memindahkan pekerjaan tersebut dalam satu jam.tapi bila mereka sudah mulai berinteraksi, keluaran secara keseluruhan akan berkurang.
b.
Jaringan komunikasi
Dalam
sebuah
ruangan,komunikator berbicara di depan menghadapi barisan sejajar di duduki
oleh audiens. Pada kesempatan lain,duduk melingkar bundar. Terdapat beberapa
tipe jaringan komunikasi , di antaranya adalah roda, rantai, y, lingkaran,dan
bintang. Dalam hubungan dengan prestasi kelompok tipe roda menghasilkan produk
kelompok tercepat dan terorganisir.
c.
Kohesi kelompok
Kohesi
kelompok
didefinisikan sebagai kekuatan yang mendorong anggota kelompok untuk tetap
tinggal dalam kelompok, dan mencegahnya meninggalkan kelompok Mc David dan
Harari menyarankan bahwa kohesi diukur dari beberapa faktor antara lain
ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok, sejauh mana anggota
tertarik pada kelompok sebagai alat untuk memuaskan kebutuhan personal.
d.
Kepemimpinan
Kepemimpinan
adalah komunikasi yang secara positif mempengaruhi kelompok untuk bergerak
kearah tujuan kelompok.kepemimpinan adalah faktor yang paling menentukan
keefektifan komunikasi kelompok.klasifikasi gaya kepemimpinan yang kelasik
dilakukan oleh white dan lippit(1960).
E. PENGORGANISASIAN KEGIATAN
KELOMPOK
Organisasi
adalah sekelompok yang terlibat dalam suatu sistem,sekelompok orang berkerja
sama untuk mencapai tujuan tertentu.Organisasi adalah tempat orang berkumpul
dan menyaalurkan pendapat dan mempunyai tujuan yang sama melalui suatu proses
penyamaan visi dan misi .
F. KEGIATAN KELOMPOK
1.perencanaan kegiatan
2.penyediaan tempat
3.melaksanakan kegiatan berkelompok
4.mengevaluasi kegiatan berkelompok
G. MEMBANGUN KELOMPOK
Pengertian
:
Membangun tim adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk membangun kerja kelompok dalam suatu organisasi. Pada prinsipnya kita memerlukan kelompok untuk memperbaiki kinerja kelompok yang dimiliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu di pertimbangkan dalam pelaksaan kelompok,antara lain :
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berpikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang perngertian antar sesama anggota kelompok,tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok,sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat berkerja sama dalam kelompok.
5. Kurang nya rasa percaya diri antar sesama anggota tim,tidak dapat di capai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktauan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota.
Membangun tim adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk membangun kerja kelompok dalam suatu organisasi. Pada prinsipnya kita memerlukan kelompok untuk memperbaiki kinerja kelompok yang dimiliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu di pertimbangkan dalam pelaksaan kelompok,antara lain :
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berpikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang perngertian antar sesama anggota kelompok,tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok,sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat berkerja sama dalam kelompok.
5. Kurang nya rasa percaya diri antar sesama anggota tim,tidak dapat di capai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktauan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota.
H. STRATEGI MENGHADAPI KELOMPOK
PESERTA YSNG KURANG MENDUKUNG KELANCARAN KEGIATAN
1.
Tipe pasif
Strategi bidan adalah :
- Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
- Minta lah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
- Mintalah menulis komentar atau jawaban pertanyaan
- Berikan inisiatif kecil
- Merubah metode menyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
Strategi bidan adalah :
- Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
- Minta lah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
- Mintalah menulis komentar atau jawaban pertanyaan
- Berikan inisiatif kecil
- Merubah metode menyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
2.
Tipe Agresif
Strategi bidan adalah :
-Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresif nya
misalnya : “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?”
-Berikan kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan.
-Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok,cek dengan kelompok
(Apakah semua orang berpikir seperti ini).
-Presentasikan data
-Prakarsai diskusi secara pribadi.
Strategi bidan adalah :
-Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresif nya
misalnya : “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?”
-Berikan kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan.
-Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok,cek dengan kelompok
(Apakah semua orang berpikir seperti ini).
-Presentasikan data
-Prakarsai diskusi secara pribadi.
3.
Tipe banyak bicara
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
4.
Tipe Pesimis
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
5.
Tipe Pelawak
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.
3.
Tipe banyak bicara
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
4.
Tipe Pesimis
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
5.
Tipe Pelawak
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.
I . PERAN BIDAN SEBAGAI KOMUNIKATOR DALAM KOMUNIKASI KEBIDANAN YANG MENCERMINKAN DALAM DAYA KASIH KRISTUS
kebidanan
merupakan bentuk pelayanan profesional yang diberikan oleh bidan kepada
individu,keluarga,masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan
kesehatan,khusus nya pelayanan kebidanan.Dalam
memberikan pelayanan kebidanan
ini, peranan komunikasi antara bidan dengan klien sangat menentukan
keberhasilannya dan mutu pelayanan yang diberikan.
Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses penyusuaian
terhadap
klien.sehubungan dengan hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai
peranan dan keharusan yang
mencerminkan dalam daya kasih kristus sebagai
berikut :
1.Sebagai
penyampai pesan,seorang bidan harus mempersiapkan pesan yang akan di sampaikan
sebaik-baiknya dan mudah di mengerti oleh klien,sesuai dengan latar belakang
dan kondisi.
2.
Pesan yang telah di siapkan dengan baik, dalam menyampaikan dengan klien dapat dilaksanakan dengan verbal maupun
non verbal. Sikap,penampilan, dan ekspresi klien harus mencerminkan rela
membantu tanpa pamrih.
3.
Jika pesan yang akan di sampaikan akan menimbulkan kegoncangan pada psikologis
klien, dan pesan itu harus di sampaikan, maka bidan harus mempersiapkan klien
sehingga klien betul-betul siap menerima keadaan yang paling buruk.
4.
Setiap menyampaikan pesan,perlu di perhatikan psikologi klien, jangan sampai
pesan yang bersifat rahasia di sampaikan di hadapan klien lain nya.
6.KOMUNIKASI DALAM PRAKTIK
KEBIDANAN
Komunikasi Interpersonal
Komunikasi
Interpersonal
diperlukan
dalam
rangka
pemberian
pelayanan
kesehatan
yang menyangkut
hubungan
atau
interaksi
antara
klien
dengan
perawat
atau
bidan.
Interaksi
tersebut
mempunyai
sifat
manusiawi
dan
memiliki
ciri
khas.
Interaksi
itu
berlandaskan
komunikasi
antar
sesama
manusia,
baik
dalam
hubungan
layanan
kesehatan
secara
individual maupun
secara
kelompok.
Sementara
itu,
komunikasi
yang terjadi
antara
seorang
tenaga
kesehatan
dengan
kliennya
pada
dasarnya
adalah
komunikasi
interpersonal.
Kemampuan
dasar
diperlukan
dalam
mengawali,
mengembangkan,
dan
memelihara
komunikasi
interpersonal yang cukup
akrab
dan
produktif.
Kemampuan
tersebut
terdiri
atas
unsur
– unsur
berikut.
1.
Kemampuan
untuk
saling
percaya
2.
Kemampuan
mengenal
pikiran
dan
perasaan
3.
Kemampuan
saling
mengutarakan
serta
menangkap
gagasan
dan
perasaan
secara
tepat
dan
jelas
4.
Kemampuan
untuk
saling
membantu
dalam
memecahkan
masalah
– masalah
yang dihadapi
dan
saling
memberikan
dukungan
5.
Kemampuan
saling
menjaga
kelestarian
komunikasi
yang telah
terjalin
baik
6.
Kemampuan
memecahkan
masalah
secara
konstruktif
yang timbul
pada
proses komunikasi
berlangsung
Defenisi
komunikasi
interpersonal menurut
para
ahli
1.
Liliweri,
2007
Komunikasi
interpersonal
adalah
komunikasi
yang dilakukan
oleh
dua
atau
tiga
orang dengan
jarak
fisik
diantara
mereka
yang sangat
dekat,
bertatap
muka
atau
bermedia
dengan
sifat
umpan
balik
yang berlangsung
cepat,
adaptasi
pasien
bersifat
khusus
serta
memiliki
tujuan
/ maksud
komunikasi
tidak
berstruktur.
2.
Depkes
RI,
2002
Komunikasi
interpersonal
adalah
pertukaran
informasi,
perasaan
atau
pemikiran
antar
manusia
( Individu
) secara
tatap
muka
( Face to face ), individu
dengan
individu
( person to person ), verbal – non verbal.
3.
Saraswati
dan
Tarigan
( 2002 )
Komunikasi
interpersonal
adalah
interaksi
orang ke
orang, dua
arah,
verbal dan
non verbal.
Tujuan komunikasi interpersonal
Komunikasi
interpersonal
dalam
konseling
merupakan
suatu
action oriented, ialah
suatu
tindakan
yang berorientasi
pada
tujuan
tertentu.
Tujuan
komunikasi
interpersonal dalam
konseling
bermacam
– macam,
diantaranya
:
1.
Mengungkapkan
perhatian
pada
orang lain
Dalam
hal
ini
bidan
berkomunikasi
dengan
cara
menyapa,
tersenyum,
melambaikan
tangan,
membungkukan
badan,
dan
menanyakan
kabar
kesehatan
klien.
2.
Menemukan
diri
sendiri
Artinya
bidan
melakukan
komunikasi
karena
ingin
mengetahui
dan
mengenali
karakteristik
diri
pribadi
berdasarkan
informasi
dari
orang lain.
3.
Menemukan
dunia
luar
Dengan
komunikasi
ini,
diperoleh
kesempatan
untuk
mendapatkan
berbagai
informasi
yang actual. Misalnya
saat
bidan
memberikan
informasi
tentang
program keluarga
berencana
sehingga
klien
dapat
mengambil
keputusan
yang tepat
dalam
mengikuti
program KB.
4.
Membangun
dan
memelihara
hubungan
yang harmonis
Sebagai
makhluk
sosial,
salah
satu
kebutuhan
setiap
orang yang paling dasar
adalah
membentuk
dan
memelihara
hubungan
baik
dengan
5.
Mempengaruhi
sikap
dan
tingkah
laku
Dalam
prinsip
komunikasi,
ketika
klien
menerima
pesan
dan
informasi,
dengan
demikian
klien
telah
mendapatkan
pengaruh
dari
proses komunikasi.
6.
Menghilangkan
kerugian
akibat
salah
komunikasi
Komunikasi
interpersonal
dapat
menghilangkan
kerugian
akibat
salah
komunikasi
dan
salah
interprestasi
yang terjadi
antara
bidan
dan
klien.
Mengapa?
Karena
dengan
komunikasi
interpersonal dapat
dilakukan
pendekatan
secara
langsung,
menjelaskan
berbagai
pesan
yang rawan
menimbulkan
kesalahan
interprestasi.
7.
Memberikan
bantuan
Dengan
komunikasi
interpersonal, maka
bidan
dapat
memberikan
bantuan
kepada
klien
yang memerlukan
bantuan
dengan
tujuan
membantu
klien
memecahkan
masalahnya.
Faktor penghambat komunikasi interpersonal
a.
faktor
individual
Orientasi
cultural
( keterikatan
budaya
) merupakan
faktor
individual yang dibawa
seseorang
dalam
melakukan
interaksi.
Orientasi
ini
merupakan
gabungan
dari
:
•Faktor
fisik
– kepekaan
panca
indera,
usia,
gender
•Sudut
pandang
– nilai
– nilai
•Faktor
sosial
– sejarah
keluarga
dan
relasi,
jaringan
sosial,
peran
dalam
masyarakat,
status sosial,
peran
sosial
•Bahasa
b.
Faktor
–
faktor
yang berhubungan
dengan
interaksi
•Tujuan
dan
harapan
terhadap
komunikasi
•Sikap
terhadap
interaksi
•Pembawaan
diri
seorang
terhadap
orang lain ( seperti
kehangatan,
perhatian,
dan
dukungan
)
•Sejarah
hubungan
c.
Faktor
situasional
Percakapan
dipengaruhi
oleh
kondisi
lingkungan,
situasi
percakapan
kesehatan
antara
bidan
dan
klien
akan
berbeda
dengan
situasi
percakapan
antara
polisi
dengan
pelanggar
lalu
lintas.
d.
Kompetensi
dalam
melakukan
percakapan
Agar
efektif,
suatu
interaksi
harus
menunjukan
perilaku
kompeten
dari
kedua
pihak.
Keadaan
yang dapat
menyebabkan
putusnya
komunikasi
adalah
:
Kegagalan
menyampaikan
informasi
penting
Perpindahan
topik
bicara
yang tidak
lancer
Salah
pengertian.
Pengaruh pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal
1.
Pemahaman
diri
bertujuan
untuk
mengetahui
dan
mengenal
siapakah
diri
kita.
Apakah
persepsi
anda
dengan
orang lain terhadap
diri
sendiri
sama,
misalnya
mungkin
anda
merasa
sudah
ramah,
namun
menurut
orang lain belum
tentu.
2.
Pemahaman
diri
meliputi
pengetahuan
tentang
siapa
saya,
apa
kelemahan
saya,
apa
kelebihan
saya,
bagaimana
peasaan
saya,
apa
keinginan
saya,
dan
sebagainya.
3.
Alasan
lain
pentingnya
pemahaman
diri
adalah
karena
bidan
bekerja
berhadapan
dengan
berbagai
pengalaman
dan
kondisi
biologis,
psikologis
dan
sosiologis
dari
kliennya.
4.
Bidan
perlu
memahami
bagaimana
menghadapi
kecemasan,
kemarahan,
kesedihan
dan
kegembiraan
klien.
Bidan
harus
tau bagaimana
dirinya
sendiri
bersikap,
apakah
mudah
cemas,
mudah
tersinggung,
dan
sebagainya
sehingga
ia
tahu
keterbatasan
diri
sewaktu
melayani
klien.
5.
Bidan
yang
tidak
memahami
dirinya
sendiri,
kemungkinan
akan
sulit
memahami
apa
yang dialami
klien,
misalnya
tidak
sesuai
dengan
nilai
– nilai
yang dianut
bidan,
bidan
tidak
akan
dapat
berkomunikasi
dengan
baik,
karena
kurang
menerima
klien
apa
adanya.
Atraksi dalam komunikasi interpersonal
Atraksi
interpersonal
adalah
kesukaan
pada
orang lain, sikap
positif
dan
daya
tarik
seseorang.
Adanya
daya
tarik
ini
membentuk
rasa suka.
Rasa suka
pada
seseorang
umumnya
membuat
orang yang kita
sukai
menjadi
signifikan
bagi
kita.
Adapun
faktor
– faktor
yang mempengaruhi
daya
tarik
seseorang
dengan
orang lain adalah
:
1.
Faktor
–
faktor
personal
•Kesamaan
karakteristik
personal; cognitive consistency theory dari
Fritz Heider
mengemukakan
bahwa
orang cenderung
memiliki
sikap
yang sama
dengan
orang yang disukai.
•Tekanan
emosional
( stress )
•Harga
diri
yang rendah
•Isolasi
sosial
2.
Faktor
–
faktor
situasional
•Daya
tarik
fisik
•Ganjaran
( reward )
•Familiarity
•Kedekatan
( closeness )
•Kemampuan
Dalam
hubungan
dengan
atraksi
interpersonal ini
ada
4 ( empat
) teori
“ liking “ yang menjelaskan
:
1. Reinforcement theory
menjelaskan
bahwa
seseorang
menykai
orang lain adalah
sebagai
hasil
belajar.
2. Equity theory menyatakan
bahwa
dalam
suatu
hubungan,
manusia
selalu
cenderung
menjaga
keseimbangan
antara
harga
( cost ) yang dikeluarkan
dengan
ganjaran
( reward ) yang diperoleh.
3. Exchange theory berpendapat
bahwa
interaksi
sosial
di ibaratkan
sebagai
transaksi
dagang.
Jika
orang kenal
pada
seseorang
yang mendatangkan
keuntungan
ekonomis
dan
psikologis,
akan
lebih
disukai.
4. Gain – loss theory berpendapat
bahwa
orang cenderung
lebih
menyukai
orang – orang yang menguntungkan
bagi
kita
dan
kurang
tertarik
pada
orang – orang yang merugikan
kita
Hubungan interpersonal
Hakikat
dari
hubungan
interpersonal adalah
bahwa
ketika
berkomunikasi,
kita
bukan
hanya
menyampaikan
isi
pesan,
tetapi
juga
menentukan
kadar
hubungan
interpersonal. Jadi,
kita
bukan
sekedar
menentukan
isi
tetapi
juga
relationship.
Pandangan
ini
merupakan
hal
baru
dan
untuk
menunjukan
hubungan
pesan
komunikan
ini
disebut
sebagai
metakomunikasi.
Hubungan
interpersonal
terbentuk
ketika
proses pengolahan
pesan
( baik
verbal maupun
non verbal ) secara
timbal
balik
terjadi,
dan
hal
ini
dinamakan
komunikasi
interpersonal. Ketika
hubungan
interpersonal tumbuh,
terjadi
pula kesepakatan
tentang
aturan
berkomunikasi
antara
para
partisipan
yang terlibat.
Hubungan
interpersonal dapat
di klasifikasikan
berdasarkan faktor
– faktor:
1.
Jumlah individu
yang terlibat yaitu
hubungan diad
dan hubungan
triad. Hubungan diad
adalah hubungan
antara dua
individu.
William Wimot mengemukakan
ciri – ciri
hubungan
interpersonal diad, antara
lain adanya tujuan
khusus, adanya
fungsi yang
berbeda, memiliki
pola komunikasi
yang khas. Hubungan
triad adalah hubungan
interpersonal antara tiga
orang. Dibandingkan
dengan hubungan
diad, hubungan
ini lebih
kompleks, tingkat
keintiman rendah
dan keputusan
yang diambil berdasarkan
voting
a.
Berdasarkan
tujuan
yang ingin
dicapai,
adalah
hubungan
tugas
( task relationship ) dan
hubungan
sosial
( social relationship ).
b.
Berdasarkan
jangka
waktu;
hubungan
jangka
pendek
dan
hubungan
jangka
panjang.
c.
Berdasarkan
tingkat
kedalaman
/ keintiman
: hubungan
akrab
/ intim.
Ruben mengemukakan
tahap
– tahap
hubungan
interpersonal, yaitu
:
•Inisiasi
•Eksplorasi
•Intensifikasi
•Formalisasi
•Redefinisi
•Deteriorasi.
Dalam
kenyataannya,
hubungan
itu
tidak
selalu
berjalan
selaras
dan
bertahap
seperti
disebutkan
diatas,
tetapi
bisa
tidak
berurutan.
Mark
Knapp
menyebut
tahap
– tahap
hubungan
interpersonal sebagai
berikut
:
Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses penyusuaian terhadap klien.sehubungan dengan hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai peranan dan keharusan yang mencerminkan dalam daya kasih kristus sebagai berikut :
c.
Faktor
situasional
Percakapan
dipengaruhi
oleh
kondisi
lingkungan,
situasi
percakapan
kesehatan
antara
bidan
dan
klien
akan
berbeda
dengan
situasi
percakapan
antara
polisi
dengan
pelanggar
lalu
lintas.
d.
Kompetensi
dalam
melakukan
percakapan
Agar
efektif,
suatu
interaksi
harus
menunjukan
perilaku
kompeten
dari
kedua
pihak.
Keadaan
yang dapat
menyebabkan
putusnya
komunikasi
adalah
:
Kegagalan
menyampaikan
informasi
penting
Perpindahan
topik
bicara
yang tidak
lancer
Salah
pengertian.
Pengaruh pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal
1.
Pemahaman
diri
bertujuan
untuk
mengetahui
dan
mengenal
siapakah
diri
kita.
Apakah
persepsi
anda
dengan
orang lain terhadap
diri
sendiri
sama,
misalnya
mungkin
anda
merasa
sudah
ramah,
namun
menurut
orang lain belum
tentu.
2.
Pemahaman
diri
meliputi
pengetahuan
tentang
siapa
saya,
apa
kelemahan
saya,
apa
kelebihan
saya,
bagaimana
peasaan
saya,
apa
keinginan
saya,
dan
sebagainya.
3.
Alasan
lain
pentingnya
pemahaman
diri
adalah
karena
bidan
bekerja
berhadapan
dengan
berbagai
pengalaman
dan
kondisi
biologis,
psikologis
dan
sosiologis
dari
kliennya.
4.
Bidan
perlu
memahami
bagaimana
menghadapi
kecemasan,
kemarahan,
kesedihan
dan
kegembiraan
klien.
Bidan
harus
tau bagaimana
dirinya
sendiri
bersikap,
apakah
mudah
cemas,
mudah
tersinggung,
dan
sebagainya
sehingga
ia
tahu
keterbatasan
diri
sewaktu
melayani
klien.
5.
Bidan
yang
tidak
memahami
dirinya
sendiri,
kemungkinan
akan
sulit
memahami
apa
yang dialami
klien,
misalnya
tidak
sesuai
dengan
nilai
– nilai
yang dianut
bidan,
bidan
tidak
akan
dapat
berkomunikasi
dengan
baik,
karena
kurang
menerima
klien
apa
adanya.
Atraksi dalam komunikasi interpersonal
Atraksi
interpersonal
adalah
kesukaan
pada
orang lain, sikap
positif
dan
daya
tarik
seseorang.
Adanya
daya
tarik
ini
membentuk
rasa suka.
Rasa suka
pada
seseorang
umumnya
membuat
orang yang kita
sukai
menjadi
signifikan
bagi
kita.
Adapun
faktor
– faktor
yang mempengaruhi
daya
tarik
seseorang
dengan
orang lain adalah
:
1.
Faktor
–
faktor
personal
•Kesamaan
karakteristik
personal; cognitive consistency theory dari
Fritz Heider
mengemukakan
bahwa
orang cenderung
memiliki
sikap
yang sama
dengan
orang yang disukai.
•Tekanan
emosional
( stress )
•Harga
diri
yang rendah
•Isolasi
sosial
2.
Faktor
–
faktor
situasional
•Daya
tarik
fisik
•Ganjaran
( reward )
•Familiarity
•Kedekatan
( closeness )
•Kemampuan
Dalam
hubungan
dengan
atraksi
interpersonal ini
ada
4 ( empat
) teori
“ liking “ yang menjelaskan
:
1. Reinforcement theory
menjelaskan
bahwa
seseorang
menykai
orang lain adalah
sebagai
hasil
belajar.
2. Equity theory menyatakan
bahwa
dalam
suatu
hubungan,
manusia
selalu
cenderung
menjaga
keseimbangan
antara
harga
( cost ) yang dikeluarkan
dengan
ganjaran
( reward ) yang diperoleh.
3. Exchange theory berpendapat
bahwa
interaksi
sosial
di ibaratkan
sebagai
transaksi
dagang.
Jika
orang kenal
pada
seseorang
yang mendatangkan
keuntungan
ekonomis
dan
psikologis,
akan
lebih
disukai.
4. Gain – loss theory berpendapat
bahwa
orang cenderung
lebih
menyukai
orang – orang yang menguntungkan
bagi
kita
dan
kurang
tertarik
pada
orang – orang yang merugikan
kita
Hubungan interpersonal
Hakikat
dari
hubungan
interpersonal adalah
bahwa
ketika
berkomunikasi,
kita
bukan
hanya
menyampaikan
isi
pesan,
tetapi
juga
menentukan
kadar
hubungan
interpersonal. Jadi,
kita
bukan
sekedar
menentukan
isi
tetapi
juga
relationship.
Pandangan
ini
merupakan
hal
baru
dan
untuk
menunjukan
hubungan
pesan
komunikan
ini
disebut
sebagai
metakomunikasi.
Hubungan
interpersonal
terbentuk
ketika
proses pengolahan
pesan
( baik
verbal maupun
non verbal ) secara
timbal
balik
terjadi,
dan
hal
ini
dinamakan
komunikasi
interpersonal. Ketika
hubungan
interpersonal tumbuh,
terjadi
pula kesepakatan
tentang
aturan
berkomunikasi
antara
para
partisipan
yang terlibat.
Hubungan
interpersonal dapat
di klasifikasikan
berdasarkan faktor
– faktor:
1.
Jumlah individu
yang terlibat yaitu
hubungan diad
dan hubungan
triad. Hubungan diad
adalah hubungan
antara dua
individu.
William Wimot mengemukakan
ciri – ciri
hubungan
interpersonal diad, antara
lain adanya tujuan
khusus, adanya
fungsi yang
berbeda, memiliki
pola komunikasi
yang khas. Hubungan
triad adalah hubungan
interpersonal antara tiga
orang. Dibandingkan
dengan hubungan
diad, hubungan
ini lebih
kompleks, tingkat
keintiman rendah
dan keputusan
yang diambil berdasarkan
voting
a.
Berdasarkan
tujuan
yang ingin
dicapai,
adalah
hubungan
tugas
( task relationship ) dan
hubungan
sosial
( social relationship ).
b.
Berdasarkan
jangka
waktu;
hubungan
jangka
pendek
dan
hubungan
jangka
panjang.
c.
Berdasarkan
tingkat
kedalaman
/ keintiman
: hubungan
akrab
/ intim.
Ruben mengemukakan
tahap
– tahap
hubungan
interpersonal, yaitu
:
•Inisiasi
•Eksplorasi
•Intensifikasi
•Formalisasi
•Redefinisi
•Deteriorasi.
Dalam
kenyataannya,
hubungan
itu
tidak
selalu
berjalan
selaras
dan
bertahap
seperti
disebutkan
diatas,
tetapi
bisa
tidak
berurutan.
•Inisiasi
•Eksperimen
•Intensifikasi
•Integrasi
•Pertalian
atau
ikatan,
tahap
– tahap
ini
tidak
harus
terjadi
pada
setiap
hubungan
interpersonal.
Mengenai
tahap
– tahap
tersebut,
Jalaludin
Rahmat
menyimpulkan
bahwa
perkembangan
hubungan
melalui
tiga
tahap
:
•Pembentukan
hubungan
•Peneguhan
hubungan
•Pemutusan
hubungan
Apabila
dalam
hubungan
interpersonal terjadi
konflik,
akibat
yang mungkin
terjadi
adalah
berakhirnya
hubungan
interpersonal atau
sebaliknya,
meningkatnya
kualitas
hubungan.
R.D.Nye,
mengemukakan
lima sumber
konflik,
yaitu
:
•Kompetisi
•Dominasi
•Kegagalan
•Provokasi
•Perbedaan
nilai
Dalam
hubungan
interpersonal, akan
tumbuh
apa
yang dinamakan
pola
– pola
relasional
sebagai
hasil
dari
aturan
yang dikembangkan
oleh
partisipan
bagaimana
pola
– pola
relasional
ini
berkembang
akan
tergantung
pada
bagaimana
komunikasi
dilakukan.
Ruben ada
5 pola
relasional
:
•Suportif
dan
defensive
•Tergantung
( dependent ) dan
tidak
bergantung
( independent )
•Kegagalan
•Provokasi
•Perbedaan
nilai
Mengenai
faktor
– faktor
yang mempengaruhi
terbentuknya
pola
hubungan
interpersonal, menurut
Ruben adalah
:
•Tingkat
hubungan
dan
konteks
•Kebutuhan
interpersonal dan
gaya
komunikasi
•Kekuasaan
•Konflik
Sedang
Jalaluddin
Rahmat
mengemukakan
tiga
faktor
yang dapat
menumbuhkan
interpersonal, yaitu
:
•Percaya
diri
•Sikap
bersahabat
•Sikap
terbuka
Komunikasi kepada masyarakat melalui media massa, cetak, dan sosial
Media massa
adalah
media yang digunakan
untuk
komunikasi
massal.
Disebut
demikian
karena
sifatnya
yang massal
misalnya
: pers,
radio, film, dan
televisi.
1.Pers
Pers
dalam
arti
luas
meliputi
segala
barang
yang dicetak
yang ditunjukan
untuk
publik
/ umum
tertentu,
termasuk
juga
buku,
pamflet,
brosur,
juga
sebagainya.
Kelemahan
pers
yang pertama
adalah
tidak
adanya
bunyi
( suara
) yang dapat
membantu
efektifitas
komunikasi.
Kelemahan
kedua
adalah
untuk
membaca
diperlukan
usaha.
2.
Radio
Keseluruhan
sistem
gelombang
suara
yang dipancarkan
dan
stasiun
pemancar
dan
diterima
oleh
pesawat
penerima
di rumah,
di mobil,
di kapal,
dimana
saja.
Kelemahan
radio adalah
bahwa
ia
tidak
dapat
mendemonstrasikan
karena
layarnya
terletak
pada
imajinasi
pendengar
intu
sendiri.
Namun
kelebihannya
terletak
pada
bunyi
– bunyi
yang dapat
mendorong
pembentukan
imajinasi
itu,
yang terdiri
dari
sound effect,
musik,
dan
kata – kata ( dialog ).
3,
Film
Keseluruhan
dari
pita celluloid
atau
sejenisnya
yang mengandung
gambar
– gambar
yang kemudian
dapat
diproyeksikan
pada
layar.
4.
Televisi
Media massa
yang memancarkan
suara
dan
gambar
atau
secara
mudah
dapat
disebut
dengan
radio witlipicture atau
movie at home.
Dari keempat
media massa
di atas
tampaknya
televisi
adalah
yang paling efektif
dan
efisien
dalam
kondisi
sekarang.
Teknik membuat konten edukasi kesehatan
Edukasi
Kesehatan
adalah
kegiatan
upaya
meningkatkan
pengetahuan
kesehatan
perorangan
paling sedikit
mengenai
pengelolaan
faktor
risiko
penyakit
dan
perilaku
hidup
bersih
dan
sehat
dalam
upaya
meningkatkan
status kesehatan
peserta,
mencegah
timbulnya
kembali
penyakit
dan
memulihkan
penyakit.
Kegiatan
Edukasi
Langsung
Olah
Raga Sehat
A.Perencanaan
Langkah-langkah
persiapan
yang dilakukan
antara
lain:
1.
Menyusun
Proposal : Membentuk
tim
/ panitia
kegiatan
olah
raga sehat.
2. Mendapatkan
persetujuan
kegiatan
O
3.
Membuat
alternatif
format pelaksanaan
kegiatan
misalnya
kerjasama
dengan institusi
/ dinas,
kerjasama
dengan
penyelenggara
acara
atau
kerjasama
dengan
organisasi
masyarakat
kesehatan.
4. Membuat
kerjasama
dengan
fasilitas
pelayanan
kesehatan
untuk
pemberian
konsultasi
dan
pemeriksaan
kesehatan
sederhana
pada
saat
kegiatan
berlangsung.
5. Melakukan
Koordinasi
dan
mengundang
dengan
instansi
terkait/kelompok
peserta
6.
Menyiapkan
Sarana
dan
Prasarana
7.
Membuat
publikasi
untuk
menyebarluaskan
informasi
jadwal
kegiatan.
8.
Melaksanakan,
mengevaluasi,
dan
melaporkan
kegiatan.
B.
Pengorganisasian
1)
Penanggung
jawab
kegiatan
pada
level provinsi
dimana
terdapat
kantor
Divisi
Regional adalah
Bidang
Manajemen
Pelayanan
Kesehatan
sedang
jika
tidak
ada
maka
Kantor Cabang
setempat.
2)
Faskes
tingkat
Pertama
berperan
sebagai
pemberi
pelayanan
konsultasi
atau
pemeriksaan
kesehatan
sederhana
di lokasi
kegiatan.
3)
Kerjasama
dengan
organisasi
kemasyarakatan
yang bersifat
kesehatan
dapat
dilaksanakan
untuk
mengatur
jadwal
pelaksanaan
kegiatan.
4)
Jika
kegiatan
dilakukan
oleh
penyelenggara
acara
maka
Bidang
Manajemen
Pelayanan
Kesehatan
/ Bagian
Manajemen
Pelayanan
Primer berperan
sebagai
pengawas
untuk
memastikan
kesesuaian
format kegiatan
selama
kegiatan
berlangsung.
c.
Pelaksanaan
1)
Kegiatan
dilaksanakan
pada
tiap
Ibukota
Provinsi
dan
Kota/Kabupaten
dengan
frekuensi
yang disesuaikan
dengan
ketersediaan
anggaran.
2) Jenis
kegiatan
yang dapat
diselenggarakan
antara
lain: senam
sehat,
senam
osteoporosis, senam
lansia,
senam
pernafasan,
senam
diabetisi,
dan
sebagainya.
3) Tema
penyelenggaraan
yang ditetapkan
oleh
Kantor Pusat
(generik)
adalah
senam
lansia,
senam
pada
hari
Diabetes Melitus,
senam
dalam
rangka
ulang
tahun
BPJS Kesehatan
/ Pemerintah
Provinsi
dan
Hari
Kesehatan
Nasional.
Untuk
senam
program tertentu
yang spesifik
daerah
(muatan
lokal)
dapat
ditentukan
masing-masing.
4)
Tempat
penyelenggaraan
di dalam
atau
luar
ruang
yang tersedia
pada
instansi,
badan
usaha,
kantor
dinas/pemerintah,
lapangan
terbuka
ataupun
pada
gelanggang
olahraga
di wilayah
setempat.
5)
Konsultasi
dan
pemeriksaan
kesehatan
dapat
dilakukan
setelah
kegiatan.
6)
Publikasi
dapat
dilakukan
untuk
mendukung
penyebarluasan
informasi
kegiatan.
D.
Monitoring Dan Evaluasi
Penanggung
jawab
kegiatan
memonitor
pelaksanaan
kegiatan
dengan
pengentrian
data pada
aplikasi
pelaporan
kegiatan
dan
membuat
dokumentasi
kegiatan
sesuai
kebutuhan
yang telah
ditentukan.
Evaluasi
kegiatan
dilakukan
mereview
:
1)
Frekuensi
dan
jenis
kegiatan
2)
Jumlah
peserta
yang berpartisipasi
3)
Materi
edukasi
langsung
yang disampaikan
Teknik penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat melalui media massa, cetak, dan elektronik
•Media
cetak
Dalam
komunikasi
kesehatan,
yang dimaksud
dengan
media cetak
menurut
Susilowati
(2016) adalah
media yang mengutamakan
pesan-pesan
visual, biasanya
terdiri
dari
gambaran
sejumlah
kata, gambar
atau
foto
dalam
tata
warna.
Yang termasuk
media cetak
di antaranya
adalah
booklet, leaflet, flyer
(selebaran),
flip chart
(lembar
balik),
rubrik
atau
tulisan
pada
surat
kabar
atau
majalah,
poster, tabloid, dan
foto
yang mengungkapkan
informasi
kesehatan.
•Media
elektonik
Media elektonik
dalam
komunikasi
kesehatan
adalah
media yang menyediakan
cakupan
yang sangat
luas
bagi
pesan-pesan
komunikasi
kesehatan.
Media elektronik
digunakan
untuk
menyampaikan
informasi
kesehatan
kepada
khalayak
luas
secara
cepat
dengan
tujuan
untuk
menciptakan
dan
mengembangkan
kesadaran
masyarakat
terhadap
kesehatan.
Yang termasuk
media elektronik
adalah
radio, televisi,
telegram, short message service ( SMS ), dan
telepon.
Comments
Post a Comment