komunikasi

A.PENGERTIAN KOMUNIKASI

komunikasi pada umumnya diartikan sebagai hubungan atau kegiatan kegiatan yang saling berkaitan dengan masalah hubungan.atau diartikan pula sebagai saling tukar menukar pendapat dan dapat juga diartikan hubungan kontak antar manusia.

               ada beberapa pengertian komunikasi menurut para ahli:

  1. 1.edward depari
  2. james A.F stoner
  3. jhon R scheremor
  4. wiliam F. gluek


B.UNSUR UNSUR KOMUNIKASI

  • PESAN
  • KOMUNIKATOR
  • SUMBER
  • CHANEL
  • UMPAN BALIK

C.KOMPONEN KOMPONEN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBL
    1.komunikasi verbal 

      adalah komunikasi yang menggunakan kata kata ataupun  ,perasaan,emosi,pemikiran

      komunikasi verbal menyangkut beberapa aspek:
  • perbedaan kata
  • kecepatan
  • intinasi suara
  • humor
  • singkat dan jelas
 2.komunkasi non verbal
    komunikasi yang tidak menggunakan bahasa secara langsung,jadi komunikasi non verbal adalah bahasa yang menggunakan bahasa tubuh
ada 5 unsur non verbal sebagai berikut:
  • penampilan yang baik
  • selalu tersenyum
  • pupil mata yang membesar dan tatapan yang stabil
  • sikap percaya diri
  • gestur yang tepat
D.FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI

    hambatan hambatan komunikasi sebagai berikut:
  • kebisingan
  • keadaan psikologis komunikasi
  • keadaan komunikan dan komunikator
  • kesalahan penilaian oleh komunikator
  • kurangnya pengetahuan oleh komunikator dan komunikan
  • bahasan
  • isi pesan berlebihan
  • bersifat satu arah
  • factor teknis
  • kepentingan atau inters
  • prasangka
  • cara penyajian yang verbalitis atau sebagainya

E.BENTUK BENTUK KOMUNIKASI
    ada 4 bentuk komunikasi yaitu;
1.      Komunikasi massa
Komunikasi yang menggunakan media massa. 
2.      Komunikasi interpersonal
Proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa pengolahan informasi melalui panca indra dan system syaraf.
3.      Komunikasi intrapersonal
Kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya.
percakapan melalui telepon, dll.
4.      Komunikasi kelompok
Komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu. 






2.KOMUNIKASI EFEKTIF DAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA
A.KOMUNIKASI EFEKTIF
a.pengertian komunikasi efektif
menurut Mc.Crosky Larson dan Knapp dalam bukunya An introduction to interpresonal comunication mengatakan bahwa komunikasi yangefektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih  efektif terjadi apabila gagasan pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula

b. Langkah – langkah membangun komunikasi yang efektif
1. Bertanya
2.Mendengarkan
3.Mengulang
4.Klarifikasi
5.Refleksi
6.Memfokuskan
7.Diam (memelihara ketenangan)
8.Memberi informasi
9.Menyimpulkan

B.HUBUNGAN ANTAR MANUSIA
a.pengertian antar manusia
1. hubungan antar manusia dalam arti luas adalah interaksi antara sesorang dengan oranglain dalam segala situasi disemua bidang kehidupan
2. hubungan antar manusia dalamarti sempit adalah interaksi antar seseorang dengan semua orang lain dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan.

b.Tujuan antar hubungan manusia
1. menemukan diri sendiri
2.menemukan dunia luar
3.membentuk dan memelihara hubungan yang bermakna dengan orang lain
4.mengubah sikap dan perilaku sendiri dan orang lain
5.bermain dan hiburan
6.memberikan bantuan

c.Teknik-teknik hubungan antar pribadi
1.Tindakan sosial
2. Kontak sosial
3. Komunikasi sosial
4. Teori hubungan antar manusia
d.Teori  Johary Windows
Teori ini merupakan teori yang mengungkapkan tentang tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran mengenai diri kita. Johary Windows digambarkan sebagai segi empat dengan garis tengah yang membelah jendela menjadi dua bagian. Bagian atas menunjukkan bagian diri kita yang diketahui oleh oranglain disebut public self, sedangkan bagian bawah menggambarkan aspek diri kita yang tidak diketahui oleh orang lain disebut sebagai private self.
Bila jendela dibelah kebawah sebelah kiri adalah aspek diri yang kita ketahui, dan sebelah kanan adalah aspek yang tidak diketahui. Jika kedua jendela digabung, maka Johary Windows menjadi lengkap. Lalu tiap kamar dimasukkan konsep-konsep terbuka (open), buta (blind), tersembunyi (hidden), tidak dikenal (unknown).
Empat jendela tersebut adalah :

1. Kotak pertama  / daerah terbuka (open area)
Meliputi informasi komunikasi interpersonal yang dimengerti oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.2. Kotak kedua / daerah buta (blind area)
Meliputi informasi yang tidak dimengerti oleh diri sendiri tetapi dipahami oleh orang lain. 
3. kotak ketiga / daerah tersembunyi (hidden area)
Meliputi informasi yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri tanpaorang lain mengetahuinya
4. Kotak ke empat  / daerah tak dikenal (unknown area) 
Meliputi informasi yang tidak diketahui olehdirinya sendiri maupun oleh orang lain. 


e. Tipe-tipe manusia
1. Sanguinis
2. Plegmatis
3. Koleris 
4. Melankolis





3.MENDENGAR AKTIF DAN BERTANYA EFEKTIF


1.pengertian mendengar aktif 
adalah suatu keterampilan dasar bagi bidan untuk menghimpun informasi sebanyak-banyaknya untuk menegakkan diagnosa dengan baik dan umpan balik pada pasien atau klien.

2.tujuan mendengar aktif 
  1. mendorong klien untuk berbicara
  2. menunjukkan minat dan perhatian kita pada klien
  3. memberi arahan percakapan kita pada klien
3.teknik mendengar aktif
  1. mendengar pasif/diam
  2. memberikan perhatian verbal dan non-verbal
  3. membuka pembicaran 
  4. mendengar aktif
4.prinsip mendengar aktif
  1. menerima orang lain apa adanya.
  2. menghargai perasaan orang lain
  3. toleransi terhadap keanehan orang lain dengan cara konsenterasi pada isi bukan cara bicaranya.
  4. perhatian penuh dan berpusat pada klien dalam pandangan tertentu berpusat pada klien dengan wajah datar
  5. mendengarkan segala sesuatu yang di katakan klien.
  6. duduk menghadap klien
  7. melakukan pengulangan.


5. faktor penghambat mendengar aktif.
  1. sikap mendengar acuh tak acuh,tidak ada kontak mata pada klien
  2.  Kegagalan mengikuti orang lain berbicara (interupsi dini)
  3. . Mulai berbicara cerita anda sendiri (bedakan dengan membuka diri).
  4. Kehilangan pikiran sejenak.
  5. Bereaksi secara impulsive (tuhan ampun deh).
  6. Memberikan nasehat sangat awal.
  7.  Memberikan nilai
  8.  Mengekspresikan asumsi diri pada pasien.

6. Tujuan bertanya 

Adalah mendorong klien untuk bicara sehingga apa yang menjadi masalahnya bisa terkaji secara lengkap,menunjukan minat dan perhatian kita kepada klien, meningkatkan kesadaran kita terhadap perasaan klien dan memberi suatu arahan percakapan terhadap klien. hal ini, untuk menghindari percakapan percakapan yang tidak dibutuhkan dan untuk dapat mengali informasi dan kebutuhan klien. 


7. Jenis Pertanyaan
 a. Pertanyaan Tertutup Pertanyaan tertutup bermanfaat untuk mengumpulkan informasi yang faktual (biasanya dilakukan pada awal-awal percakapan), yang menghasilkan jawaban singkat ( ya atau tidak). 
b. Pertanyaan Terbuka Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang memberi kebebasan menjawab dan memungkinkan adanya berbagai macam jawaban. 
 c. Pertanyaan Mendalam Pertanyaan mendalam digunakan untuk menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh klien.
d. Pertanyaan Mengarahkan (bersifat sugestif) Jenis pertanyaan ini sangat tidak tepat untuk digunakan dalam melakukan komunikasi dengan klien, bahkan sebaiknya dihindari. 

8. Teknik bertanya efektif 

1. Gunakan intonasi suara yang menunjukan perhatian, minat dan keakrapan. Jangan terlalu cepat / lambat atau terlalu keras atau lemah.
 2. Gunakan kata kata yang dipahami klien, karna bahasa bahasa ilmiah yang tidak dipahami klien tidak akan bisa terjawab atau bahkan menyebakan salah arti. 
3. Ajukan pertanyaan pertanyaan satu persatu. Jangan mengejukan beberapa pertanyaan sekaligus karna ini tidak efektif
 4. Tunggu jawaban dengan penuh minat jangan memotong biarkan klien menyelesaikan kalimatnya karna pemotongan ditengeh kalimat bisa menimbulkan salah presepsi.
 5. Gunakan kata kata yang mendorong klien untuk tetap bicara (bagaimana ?,dan, lalu,maksudnya?)
 6. Bila harus menanyakan hal yang sangat pribadi, jelaskan mengapa hal itu harus ditanya.
 7. Hindari penggunaan tanda “mengapa”karna kemungkinan klien dapat merasa disalahkan.

9. Manfaat bertanya efektif 

1. Membuat orang yang anda ajak bicara memahami / mencoba memahami.
2. Mendorong seseorang untuk cerita seperti dialami benar benar. 
3. Memperjelas pecakapan antara anda sebagai pendengar dan pembicara.
4. Memberikan penjelasan untuk menceritakan hal hal yang ingin diceritakannya. 5. Mecegah pembuatan kesimpulan secera terburu buru


4. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KLIEN DALAM PELAYANAN ASUHAN KEBIDANAN

1 PENGERTIAN KLIEN
            Klien atau pelanggan ( customer ) adalah orang yang akan mendefinisikan hasil dari proses yang diberikan ( puas/tidak puas ) .
Menurut Vincent, pelanggan adalah semua orang yang menuntut kita atau perusahaan kita untuk memenuhi suatu standar kualitas tertentu dan karena itu akan memberi pengaruh pada kinerja staff atau perusahaan.

2 ORANG-ORANG YANG DISEBUT KLIEN DALAM ASUHAN KEBIDANAN
            Orang-orang yang disebut pelanggan atau klien dalam pelayanan kebidanan adalah :
1.      Bayi baru lahir
2.      Balita
3.      Remaja putri
4.      WUS ( Wanita Usia Subur )
5.      PUS ( Pasangan Usia Subur )
6.      Pasutri ( pasangan suami istri )
7.      Wanita pada masa pra-menopause, menapouse, dan pascamenopause

3  TIPE-TIPE PELANGGAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
            Pelanggan dalam pelayanan kebidanan dibedakan atas 3 tipe yaitu :
1.      Pelanggan yang menerima asuhan: bayi, balita, remaja putri, ibu.
2.      Pelanggan pengguna pelayanan kebidanan.
Secara sederhana pelanggan dalam pelayanan kebidanan dapat dikelompokkan menjadi dua:
a.       Pelanggan eksternal ( bayi, balita, remaja, ibu, yang membayar asuhan yang diberikan).
b.      Pelanggan internal ( bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya, serta tenaga yang terlibat dalam pemberian asuhan atau pelayanan secara langsung).
3.      Pelanggan yang membayar pelayanan kebidanan atas nama klien:
a.       Instansi kesehatan berwenang ( jamsostek/askes).
b.      Praktisi umum.

4 LINGKUP/BIDANG KONSELING KEBIDANAN
            1. Konseling pada anak-anak
Seorang anak membutuhkan bimbingan dan dukungan moral dan fisik dari keluarga yang juga akan mengatur cara pandang mereka. Karenanya hubungan anak dengan anak lainnya didasarkan pada keyakinan, presfektif, aturan dan nilai keluarga.memahami kebutuhan anak, sangat diperlukan dalam membantu menyikap perilaku emosional mereka. Anak-anak perlu merasa dihargai dan bangga terhadap diri sendiri. Jadi peran kita sebagi bidan terhadap konseling anak-anak adalah memahami bagaimana pola pikir mereka yang belum terlalu luas dan mengajari mereka tentang hal-hal kecil yang mana yang baik dan mana yang tidak baik. Karena diusia anak-anak terkadang mereka cepat menangkap apa yang didengar oleh mereka. 
            2. Konseling pada remaja
Remaja merupakan aset bangsa yang sangat menentukan bagaimana kualitas bangsa dimasa mendatang baik kualitas kepribadian, kesehatan, maupun pendidikannya. Saat ini masalah pendidikan dan kesehatan remaja menjadi topik pembicaraan diberbagai kalangan.
Bidan sebagai tenaga kesehatan dan anggota masyarakat, bertanggungjawab terhadap permasalaha yang diadapi remaja. Untuk itu, peranan bidan sebagai konselor akan sangat membantu dalam penangan masalah remaja. Menjadi tugas bidan untuk memberikan bimbingan dan konseling sehingga dapat membantu meningkatkan derajat reproduksi remaja.
            Topik konseling remaja yang dapat diberikan bidan meliputi hal-hal
             sebagai berikut :
1.      Remaja dan kesehatan reproduksi remaja
2.      Seksualitas
3.      Pengenalan organ reproduksi laki-laki dan perempuan
4.      Proses terjadinya kehamilan, kehamilan yang tidak dikehendaki, dan aborsi yang tidak aman.
5.      IMS dan HIV/AIDS
6.      Isu gender
7.      Narkoba dan zat adiktif
8.      Hubungan dengan pasangan sebelum dan sesudah menikah
9.      Kekerasan pada remaja  
Bidan sebagi konselor melaksanakan konseling terhadap remaja yang bermasalah juga kepada keluarga sebagai orang tua, bertujuan antara lain:
1.      Mencegah upaya abortus provokatus
2.      Mendorong ibu ( remaja yang hamil ) untuk mencari pelayanan kesehatan
3.      Mempersiapkan kelahiran bayi secara normal
4.      Mempersiapkan ibu dan keluarga agar menerima kelahiran bayi
5.      Pada orang tua remaja, mendorong untuk diresmikannya pernikahan putra putrinya 
                   3   .  Konseling pada ibu atau calon orangtua
Aktivitas konseling calon orangtua/menjad orangtua membantu pemahan diri untuk menjadi orangtua baik sebagai ayah maupun sebagai ibu. Ketika masuk masa transisi terjadi suatu gejolak yang dialami oleh individu walaupun sifatnya hanya sementara. Pada saat itu, individu merasakan adanya masalah yang harus dihadapi yang merupakan upaya adaptasi pada situasi yang alami.
Salah satu peran bidan ketika menghadapi klien adalah melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling kebidanan. Untuk memperjelas arah pembelajaran konseling kebidanan pada orangtua, perlu ada pemahaman terlebih dahulu tentang bagaimana menjadi orangtua, tanggungjawab suami sebagi kepala keluarga dan sebagai ayah dan tanggungjawab perempuan sebagi ibu dalam keluarga.
                        Masalah yang sering dihadapi keluarga antara lain :
1.      Kesehatan anggota keluarga, meliputi kondisi kesehatan ayah/suami,ibu/istri dan anak.
2.      Pendidikan, meliputi pendidikan formal dan non formal bagi anggota keluarga. Latar belakang pendidikan ayah dan ibu sangat berpengaruh terhadap pola pikir keluarga dalam menentukan pendidikan pada anaknya.
3.      Hubungan antara dan inter keluarga, sangat berpengaruh terhadap kehidupan keluarga terutama hubungan ibu dan ayah yang biasanya menjadi model bagi anak-anaknya. Hubungan ini menjadi pola perilaku anak dimasyarakat dan diluar keluarga. Hungan keluarga menjadi kurang harmonis karena ketidak samaan pandangan.
4.      Psikososial, masalah psikososial biasanya terjadi akibat terciptanya adaptasi dimasyarakat, terutama terhadap norma dan tata nilai yang berlaku dalam masyakat.
Bidan dapat memberi layanan konseling kebidanan pada calon pengantin, maupun pasangan baru yang akan masuk dalam kehidupan keluarga.      
                              4   . Konseling masa antenatal atau konseling pada ibu hamil
Konseling pada masa antenatal terutama ditujukan pada ibu dengan kehamilan pertama, dalam hal ini bidan perlu menginformasikan beberapa hal:
Perubahan pada trisemester pertama:
1.      Perubahan pada fisik pada ibu hamil :
a.       Mual yang dapat disertai muntah
b.      Enggan makan dan mengidam
c.       Perubahan payudara
d.      Keletihan dan rasa mengantuk
e.       Sering berkemih
f.       Rasa perut panas, gangguan pencernaan, kembung.
2.      Perubahan psikologis pada ibu hamil
a.       Merasa tidak nyaman
b.      Muncul penolakan, kekecewaan, kecemasan, dan kesedihan
c.       Perasaan tidak menentu yang tidak diketahui penyebabnya
Perubahan pada trisemester kedua:
1.      Perubahan fisik
a.       Ibu masih merasa letih
b.      Frekuensi sering berkemih mulai berkurang
c.       Berkurangnya mual dan muntah
d.      Kadang-kadang sembelit
e.       Nafsu makan bertambah dll
2.      Perubahan psikologis
a.       Ibu sudah merasa sehat
b.      Ibu sudah bisa menerima kehamilannya
c.       Merasakan pergerakkan janin
d.      Merasa terlepas dari ketidak nyamanan dan kekhawtiran
Perubahan pada trisemester ketiga:
1.      Perubahan fisik
a.       Sesak nafas
b.      Nyeri punggung
c.       Nyeri tekan payudara
d.      Sering berkemih
e.       Konstitasi dll
2.      Perubahan psikologis
a.       Rasa tidak nyaman timbul lagi, merasa dirinya jelek, aneh dan tidak menarik
b.      Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan
c.       Merasa sedih karena akan terpisah dengan bayinya
d.      Merasa kehilangan perhatian
Bidan sebagi konselor dalam konseling pada ibu hamil harus memperhatikan umur kehamilan dan keadaan ibu pada saat itu. Pada tahap awal konseling, selalu diadakan hubungan yang mengenakan seperti pelaksanaan konseling pada umumnya.
5.      Konseling pada ibu bersalin ( melahirkan )
Konseling pada ibu melahirkan/pemberian bantuan pada ibu yang melahirkan dengan kegiatan bimbingan proses melahirkan. Tujuan aktivitas ini untuk kesejahteraan ibu dan proses kelahiran dapat berjalan dengan semestinya.
Keberhasilan proses persalinan sampai terjadi kelahiran bayi ditentukan oleh empat faktor yang mencakup : (1). Psikis, adalah keberadaan mental dan emosional ibu. (2). Power, merupakan kekuatan otot-otot uterus dan otot abdomen. (3). Passegeway, terdiri atas vagina, introitus vagina, dan tulang panggung. (4). Passenger, merupakan hasil konsepsi, janin, plasenta, dan cairan amnion yang memberi pengaruh terhadap persalinan.
Konseling pada ibu bersalin dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu tahap 1, tahap 2, tahap 3, tahap 4.
6.      Konseling pada ibu nifas
Bantuan konseling pada ibu nifas, meliputi : adaptasi pada masa nifas, teknik menyusui dan perawatan payudara atau manajemen laktasi. Pemahaman klien terhadap keadaan pada dirinyaperlu memperoleh batuan, adanya perasaan nyerisetelah bersalin, engorgement, proses involusi, proses lokhea, laktasi. Pelaksanaan asuhan kebidanan dengan rawat gabung (rooming in) yang artinya pelaksanaan rawat gabung ibu dan bayainya. Dalam keadaan tersebut, ibu diajak untuk mulai memperhatikan bayinya dan mulai melakukan kedekatan antara ibu dan bayinya.dalam proses konseling, bidan sebagai konselor harus mampu mendengarkan klien dan melaksanakan bimbingan dan pelatihan kepada ibu dalam rangka memandirikan ibu dalam rangka merawat dan memenuhi kebutuhan bayinya.bidan memeriksa keadaan pundus uteri dengan penuh kelembutan perabaan serta melakukan komunikasi dengan klien dan menerima segala keluhan klien. Bidan membimbing klien dalam melaksanakan proses penyesuaian yang baik pada proses rawat gabung. Bidan mencontohkan cara memengang bayi dengan kasih sayang penuh.
7.      Konseling keluarga berencana
konseling merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan kb. Dengan melakukan konseling, berarti petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan pilihan.  Pendekatan pelayanan yang digunakan adalah pendekatan secara medik, dan konseling.
Informasi awal pada saat konseling kb adalah manfaat kb terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga, jenis metode dan alat kontrasepsi, efek samping dan cara penanggulangannya, komplikasi dab cara penanggulangannya.
                       1.      Hal-hal yang dibutuhkan utntuk melakukan                                  konseling KB yang baik terutama bagi calon klien                              KB baru:
a.       Perlakukan klien yang baik
b.      Intraksi antara petugas dan klien
c.       Memberikan informasi yang baik terhadap klien
d.      Hindarin pemberian informasi yang berlebihan
e.       Tersedianya metode yang diingankan klien
f.       Membantu klien untuk mengerti dan mengingat
                        2.      Langkah langkah konseling KB (SATU TUJU)
             Kata kunci SATU TUJU adalah:
SA: Berikan salam kepada klien secara terbuka dan sopan.
T: Tanyakan kepada klien informasi tentang dirinya
U: Uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan      reproduksi yang paling mungkin, termasuk pilihan beberapa jenis kontrasepsi.
TU: Bantulah klien menentukan pilihannya
J: Jelaskan secara lengkap bagaimana menggunakan kontrasepsi pilihannya.
U: Perlunya dilakukan kunjungan ulang
8.      Konseling genetik
Konseling genetik pada hakikatnya akan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kelainan pada suatu keluarga, serta memberikan gambaran dan dapat memperkirakan terulangnya suatu kelainan didalam keluarga yang sama.
Fungsi konseling genetik:
1.      Funsi preventif tingkat I, iyalah memberikan informasi tentang berbagai faktor genetik yang mungkin ada.
2.      Fungsi preventif tingkat II, ialah mengadakan deteksi pasangan calon suami istri yang berkaitan dengan masalah genetik, baik dalam masa pra konsepsi maupun pra kelahiran.
3.      Fungsi preventif tingkat III, memberikan informasi tentang langka-langka dalam pengambilan keputusan orang tua yang memiliki anak dengan kelainan.
Cara pelaksanaan konseling genetik:
a.       Mengdakan anamnesis untuk mengali masalah yang berkaitan dengan keturunan dan menyusun pedegre (genogram).
b.      Mengajak pasangan untuk memahami kemungkinan terjadinya kelainan genetik atau kelainan herediter.
c.       Mencari jalan keluar bersama klien dengan pasangannya dan memberikan alternatif jalan keluar.
d.      Mendorong klien dan pasangannya untuk mengambil keputusan secara cepat.
e.       Mambantu klien untuk melaksanakan jalan keluar yang sudah dipilih.
9.      Konseling menopause
Wanita yang mengalami monopous dini memiliki gejala yang sama dengan monopous pada umumnya seperti hot flashes (perasaan hangat diseluruh tubuh yang terutama terasa pada dada dan kepala), gangguan emosi, kekeringan pada vagina, dan menurunnya keingina berhubungan seksual.
Gejala meno dan primenopouse
1.      Gejala jangka pendek : vaso motorik: hot flashes, gangguan tidur, palpitasi, sakit kepala.
Perubahan psikis/gejala psikologis
Kejadian defenisi ini juga dijumpai pada laki-laki. Stres sosial juga dapat mempengaruhi persaan sejahtera seorang wanita disekitar masa menopouse dan mungkin berhubungan dengan kejadian-kejadian:
a.       Kematian atau sakitnya orang tua.
b.      Perpisahan atau ketidak harmonisan perkawinan.
c.       Kurangnya kepuasan pada pekerjaan
d.      Penambahan berat badan dan kegemukan.
2.      Gejalah menegah, berubah: pemenurunnya keingina berhubungan seksual, kekeringan pada vagina, urogenital, ovarium, uterus, servik, vulva, organ lain: rambut, kulit, mulut dan hidung, mata otot dan sendi, saluran pernapasan payudara.
3.      Gejala jangkaa panjang: osteoporosis, penyakit cardiovascular
10.  Konseling tentang kekerasan
Perbedaan gender merupakan faktor pemicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan (KTP) adalah setiap tindakan yang berakibat kesensaraan atau penderitaan pada perempuan baik secara fisik, seksual, atau psikologis, termasuk pemaksaan atau perampasan secara sewenang-wenang baik yang terjadi didepan umum atau dalam lingkungan kehidupan pribadi. Seringkali kekerasan terhadap perempuan terjadi karena adanya ketimpangan atau ketidak adilan gender.
Hak istimewah yang dimiliki laki-laki ini seolah-olah menjadikan perempuan sebagai barang milik laki-laki yang berhak untuk diperlakukan semena-mena, termasuk dengan cara kekerasan, perempuan pun berhak memperoleh perlindungan hak asasi manusia.
Kekerasan perempuan dapat terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, noon fisik, serta psikologis atau jiwa. Kekerasan fisik adalah tindakan yang bertujuan untuk melukai, menyiksa, menganiaya orang lain. Tindakan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan anggota tubuh pelaku atau dengan benda lain.
Kekerasan nonfisik adalah tindakan yang bertujuan merendahkan citra atau kepercayaan diri seseorang perempuan, baik melalui kata-kata maupun melalui perbuatan yang tidak disukai oleh korbannya.
Tindakan kekerasan terhadap perempuan semakin hari semakin meningkat, untuk itu bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang paling sering bersinggungan dengan perempuan perlu memeberikan informasi, bimbingan, maupun konseling tentang kekerasan. Konseling yang harus diberikan tentang kekerasan terhdap perempuan adalah hal-hal seperti pelecehan seksual, kekerasan dalam pacaran, kekerasan dalam rumah tangga serta bagaimana upayah mengatasi upayah kekerasan tersebut


5  STRATEGI MEMBANTU KLIEN DALAM PENGAMBILAN
       KEPUTUSAN
            Melakukan strategi membantu klien dalam pengambilan keputusan:
            Setiap keputusan yang bersifat kompleks, terdapat banyak faktor dan persasaan
            Tercakup didalamnya.
1.      Ada 4 strategi yang dapat membantu klien membuat keputusan:
a.       Membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya
b.      Membantu klien dalam mempertimbangkan keputusan pilihan
c.       Membantu klien mengevaluasi pilihan
d.      Membantu klien menyusun rencana kerja
2.      3 K dalam pembuatan keputusan yang baik
a.       Langkah pertama
Identifikasi kondisi yang dihadapi oleh klien
b.      Langkah kedua
Susunlah daftar kehendak atau pilihan keputusan
c.       Langkah ketiga
Untuk setiap pilihan buatlah daftar konsekuensinya baik yang positif maupun yang negatifnya
3.      Tahapan ini merupakan inti dari proses konseling
a.       Konselor membantu klien memahami permasalahnnya
b.      Konselor membantu memberikan alternatif pemecahan masalah
c.       Konselor membantu klien memilih alternatif pemecahan masalah dengan segala konsekuensinya



6  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN
       KEPUTUSAN
1.      Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami tubuh,seperti: rasa sakit, tidak nyaman, atau nikmat. Ada kecenderungan menghadirkan tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang; atau sebaliknya memilih tingkahlaku yang meberikan kesenangan.
2.      Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada situasi secara subjektif.
3.      Rasional
Didasarkan pada pengetahuan. Orang-orang mendapatkan informasi, memahmi situasi dan berbagai konsekuensinya.
4.      Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakannya. Seorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuan dalam bertindak.
5.      Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan-jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang ke orang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6.      Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik, lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.

 7   TIPE-TIPE/JENIS-JENIS PENGAMBILAN
          KEPUTUSAN
1.      Pengambilan keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena ketidak sanggupan atau merasa tidak sanggup
2.      Pengambilan keputusan intuitif, sifatnya; langsung diputuskan, karena keputusan tersebut diraakan paling tepat.
3.      Pengambilan keputusan yang terpaksa,karna segera dilaksanakan.
4.      Pengambilan keputusan yang reaktif. Sering kali dilakukan dalam situasi marah dan tergesa-gesa.
5.      Pengambilan keputusan yang ditangguhkan, dialihkan pada orang lain yang bertanggungjawab.
6.      Pengambilan keputusan secara berhati-hati: dipikirkan baik-baik, mempertimbangkan berbagai pilihan.
Tegaskan bahwa bidan bertujuan membantu klien dengan berhati-hati, bijaksana,serta mengambil keputusan yang didasarkan pada pengetahuan, fakta dan juga mempertimbangkan semua pilihan.

8   PEMBERIAN INFORMASI EFEKTIF DALAM MENGAMBIL
        KEPUTUSAN
Pemberian informasi efektif, bila :
1.      Informasi yang diberikan spesifik, dapat membantu klien dalam mebuat keputusan
2.      Informasi disesuaikan dengan situasi klien, dan mudah dimengerti
3.      Diberikan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a.       Singkat, dan tepat ( pilih hal-hal penting yang perlu diingat klien )
b.      Menggunakan bahasa sederhana
c.       Gunakan alat bantu visual sewaktu menjelaskan
d.      Memberikan kesempatan klien bertanya dan minta klien mengulang hal-hal penting yang perlu diingat .

9  UPAYA MENGATASI KESULITAN PADA KLIENTiap individu harus paham akan dirinya. Dengan pemahaman terhadap diri maka kita akan bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi saat komunikasi yang berasal dari komunikator atau bidan sendiri. Adapun untuk memperlancar komunikasi/konseling persiapan materi, bahan, alat yang bisa mempermudah penerimaan klien terhadap apa yang akan kita sampaikan perlu dipersiapkan sebelumnya. Sebagai seorang bidan kita harus menguasai ilmu komunikasi sehingga dapat melakukan konseling dengan baik pada semua klien dengan bermacam karakter dan keterbatasan mereka.


5.Komunikasi dalam kelompok

A.PENGERTIAN KELOMPOK
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sma lain untuk mencapai tujuan bersama,mengenal satu sama lain,dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.kelompok ini misalnya adalah keluarga,kelompok diskusi,kelompok pemecahan masalahan,atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan.
B.MANFAAT KEGIATAN KELOMPOK
- Memenuhi kebutuhan sosial
- Membentuk konsep diri
- Memberi atau menerima dukungan dan bantuan
- Berbagi dengan orang lain
- Menambah wawasan
- Menambah rasa solidaritas antar anggota kelompok
C. KLASIFIKASI KELOMPOK  

1. Kelompok primer dan skunder
kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab,personal dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama.
Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab,tidak personal,dan tidak menyentuh hati kita.
2. KELOMPOK KEANGGOTAAN DAN KELOMPOK RUJUKAN
Theodore Newcomb(1930) melahirkan istilah kelompok keanggotaan
(membership group) dan kelompok rujukan (refence group). Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota anggota nya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur ( standar ) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap. 
3. KELOMPOK DESKRIPTIF DAN KELOMPOK PRESKRIPTIF
John F. Cragan dan David w. Wright (1980) membangi kempok menjadi dua yaitu :

Deskriptif dan Preskriptif. Deskriptif  menunjukan klasifikasi kelompok dengan menlihat proses membentuknya secara alamiah,sedangkan kategori Preskriptif mengklasifikasikan kelompok menurut langkah-langkah rasional yang harus di lewati oleh anggota kelompok untuk mencapai tujuan nya. Kelompok Preskriptif mengacu pada langkah-langkah tujuan kelompok.
D. Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan kelompok
Angota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan: melaksanakan tugas kelompok dan memelihara moral anggota-anggotanya. Tujuan pertama di ukur dari hasil kerja kelompok disebut prestasi
(performance) tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation) jadi, bila kelompok dimaksudkan untuk saling berbagai informasi (misalnya kelompok belajar), maka keefektifannya dapat dilihat dari beberapa banyak informasi yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana angota dapat memuaskan kebutuhannya dalam kegiatan kelompok
1. Faktor situasional karakteristik kelompok meliputi:

a. Ukuran kelompok
Hubungan antara ukuran kelompok dengan prestasi kerja kelompokbergantung pada jenis tugas yang harus diselesaikan oleh kelompok
Tugas kelompok dapat di bedakan dua macam yaitu tugas koaktif dan interaktif. Pada tugas koaktif,masing-masing angota berkerja sejajar dengan yang lain,tetapi tidak brinteraksi. Pada tugas interaktif, anggota-anggota kelompok berinteraksi secara ter organisasi untuk menghasilakan sutu produk,keputusan ,atau penilaian tunggal. Pada tugas koaktif jumlah anggota berkorelasi positif dengan pelaksanaan tugas. Yakni makin banyak anggota makin besar jumlah pekerjaan yang di selesaikan. Misalnya satu orang dapat memindahkan tong minyak ke satu bak truk dalam sepuluh jam, maka sepuluh orang dapat memindahkan pekerjaan tersebut dalam satu jam.tapi bila mereka sudah mulai berinteraksi, keluaran secara keseluruhan akan berkurang.
b. Jaringan komunikasi
Dalam sebuah ruangan,komunikator berbicara di depan menghadapi barisan sejajar di duduki oleh audiens. Pada kesempatan lain,duduk melingkar bundar. Terdapat beberapa tipe jaringan komunikasi , di antaranya adalah roda, rantai, y, lingkaran,dan bintang. Dalam hubungan dengan prestasi kelompok tipe roda menghasilkan produk kelompok tercepat dan terorganisir.
c. Kohesi kelompok
Kohesi kelompok didefinisikan sebagai kekuatan yang mendorong anggota kelompok untuk tetap tinggal dalam kelompok, dan mencegahnya meninggalkan kelompok Mc David dan Harari menyarankan bahwa kohesi diukur dari beberapa faktor antara lain ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok, sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai alat untuk memuaskan kebutuhan personal.

d. Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah komunikasi yang secara positif mempengaruhi kelompok untuk bergerak kearah tujuan kelompok.kepemimpinan adalah faktor yang paling menentukan keefektifan komunikasi kelompok.klasifikasi gaya kepemimpinan yang kelasik dilakukan oleh white dan lippit(1960).
E. PENGORGANISASIAN KEGIATAN KELOMPOK
Organisasi adalah sekelompok yang terlibat dalam suatu sistem,sekelompok orang berkerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.Organisasi adalah tempat orang berkumpul dan menyaalurkan pendapat dan mempunyai tujuan yang sama melalui suatu proses penyamaan visi dan misi .
F. KEGIATAN KELOMPOK
1.perencanaan kegiatan
2.penyediaan tempat
3.melaksanakan kegiatan berkelompok
4.mengevaluasi kegiatan berkelompok
G. MEMBANGUN KELOMPOK
Pengertian :
Membangun tim adalah suatu upaya yang dibuat secara sadar untuk membangun kerja kelompok dalam suatu organisasi. Pada prinsipnya kita memerlukan kelompok untuk memperbaiki kinerja kelompok yang dimiliki, namun ada beberapa kondisi yang perlu di pertimbangkan dalam pelaksaan kelompok,antara lain :
1. Kondisi kelompok yang memerlukan peningkatan moralitas dan hasil kerja tim.
2. Pucuk pimpinan yang jarang berpikir dan bertindak sebagai bagian sebuah kelompok.
3. Terjadi kurang perngertian antar sesama anggota kelompok,tidak ada arahan dan semangat kerja yang timbul dalam suatu kelompok,sehingga kelompok kehilangan arah kerja.
4. Dalam kelompok baru dimana terdapat beberapa individu yang menonjol tapi tidak dapat berkerja sama dalam kelompok.
5. Kurang nya rasa percaya diri antar sesama anggota tim,tidak dapat di capai kesepakatan terhadap tujuan bersama tim dan adanya ketidaktauan akan kemungkinan peluang yang dapat dilakukan oleh anggota.
H. STRATEGI MENGHADAPI KELOMPOK PESERTA YSNG KURANG MENDUKUNG KELANCARAN KEGIATAN
1. Tipe pasif
Strategi bidan adalah :
- Ajukan pertanyaan langsung pada peserta bersangkutan
- Minta lah mereka berbagi rasa berpasang-pasangan
- Mintalah menulis komentar atau jawaban pertanyaan
- Berikan inisiatif kecil
- Merubah metode menyampaian dengan kegiatan yang lebih menarik atau permainan
2. Tipe Agresif
Strategi bidan adalah :
-Ajukan pertanyaan tentang sebab sikap agresif nya
misalnya : “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?”
-Berikan kesempatan dan curahkan perasaan-perasaan tentang keadaan.
-Jangan menganggap orang tersebut mewakili kelompok,cek dengan kelompok
(Apakah semua orang berpikir seperti ini).
-Presentasikan data
-Prakarsai diskusi secara pribadi.
3. Tipe banyak bicara
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
4. Tipe Pesimis
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
5. Tipe Pelawak
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.
3. Tipe banyak bicara
Strategi bidan adalah :
- Beri tanggung jawab tertentu atau berikan kesempatan berperan sebagai pimpinan kelompok.
-Hindarkan pandangan terhadap peserta yang banyak bicara atau hadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain.
-Jika perlu beritahu peserta yang banyak bicara ini bahwa pendapatnya menarik,tetapi kita juga membutuhkan pendapat yang lain
-Beri tugas menulis secara rinci tentang pendapatnya pada secarik kertas.
4. Tipe Pesimis
Strategi bidan adalah :
-Jadilah pendengar aktif
-Beri jawaban yang lebih positif atau ungkapan-ungkapan pesimisnya.Contoh:
“saya kira hal tersebut tidak akan berhasil”. Maka jawab lah dengan ungkapan:
“Terimakasih saya akan mencatat bahwa menurut pendapat anda hal ini tidak akan berhasil dan tidak perlu di coba”.
-Tanyakan pendapat anggota lain tentang pendapat orang tersebut
5. Tipe Pelawak
Strategi Bidan adalah :
-Beri mereka tanggung jawab
-Ajukan pertanyaan atau minta lah pendapat dan abaikan kata-kata lawakan mereka. Pertimbangkan bahwa lawakan tertentu dapat mencairkan suasana.

I . PERAN BIDAN SEBAGAI KOMUNIKATOR DALAM KOMUNIKASI KEBIDANAN YANG MENCERMINKAN DALAM DAYA KASIH KRISTUS

kebidanan merupakan bentuk pelayanan profesional yang diberikan oleh bidan kepada individu,keluarga,masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan,khusus nya pelayanan kebidanan.Dalam  memberikan  pelayanan kebidanan ini, peranan komunikasi antara bidan dengan klien sangat menentukan keberhasilannya dan mutu pelayanan yang diberikan.
Pada intinya bidan sebagai komunikator harus mampu mentransformasikan proses
penyusuaian terhadap klien.sehubungan dengan hal tersebut, maka bidan sebagai komunikator mempunyai peranan dan keharusan yang mencerminkan dalam daya kasih kristus  sebagai berikut :

1.Sebagai penyampai pesan,seorang bidan harus mempersiapkan pesan yang akan di sampaikan sebaik-baiknya dan mudah di mengerti oleh klien,sesuai dengan latar belakang dan kondisi.
2. Pesan yang telah di siapkan dengan baik, dalam menyampaikan dengan  klien dapat dilaksanakan dengan verbal maupun non verbal. Sikap,penampilan, dan ekspresi klien harus mencerminkan rela membantu tanpa pamrih.
3. Jika pesan yang akan di sampaikan akan menimbulkan kegoncangan pada psikologis klien, dan pesan itu harus di sampaikan, maka bidan harus mempersiapkan klien sehingga klien betul-betul siap menerima keadaan yang paling buruk.
4. Setiap menyampaikan pesan,perlu di perhatikan psikologi klien, jangan sampai pesan yang bersifat rahasia di sampaikan di hadapan klien lain nya.

        6.KOMUNIKASI DALAM PRAKTIK KEBIDANAN
Komunikasi Interpersonal
  Komunikasi Interpersonal diperlukan dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan yang menyangkut hubungan atau interaksi antara klien dengan perawat atau bidan. Interaksi tersebut mempunyai sifat manusiawi dan memiliki ciri khas. Interaksi itu berlandaskan komunikasi antar sesama manusia, baik dalam hubungan layanan kesehatan secara individual maupun secara kelompok. Sementara itu, komunikasi yang terjadi antara seorang tenaga kesehatan dengan kliennya pada dasarnya adalah komunikasi interpersonal. 
Kemampuan dasar diperlukan dalam mengawali, mengembangkan, dan memelihara komunikasi interpersonal yang cukup akrab dan produktif. Kemampuan tersebut terdiri atas unsur – unsur berikut.
1. Kemampuan untuk saling percaya
2. Kemampuan mengenal pikiran dan perasaan
3. Kemampuan saling mengutarakan serta menangkap gagasan dan perasaan secara tepat dan jelas
4. Kemampuan untuk saling membantu dalam memecahkan masalah – masalah yang dihadapi dan saling memberikan dukungan
5. Kemampuan saling menjaga kelestarian komunikasi yang telah terjalin baik
6. Kemampuan memecahkan masalah secara konstruktif yang timbul pada proses komunikasi berlangsung
Defenisi komunikasi interpersonal menurut para ahli
1. Liliweri, 2007
  Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua atau tiga orang dengan jarak fisik diantara mereka yang sangat dekat, bertatap muka atau bermedia dengan sifat umpan balik yang berlangsung cepat, adaptasi pasien bersifat khusus serta memiliki tujuan / maksud komunikasi tidak berstruktur.
2. Depkes RI, 2002
  Komunikasi interpersonal adalah pertukaran informasi, perasaan atau pemikiran antar manusia ( Individu ) secara tatap muka ( Face to face ), individu dengan individu ( person to person ), verbal – non verbal.
3. Saraswati dan Tarigan ( 2002 )
  Komunikasi interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal. 
Tujuan komunikasi interpersonal
  Komunikasi interpersonal dalam konseling merupakan suatu action oriented, ialah suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan tertentu. Tujuan komunikasi interpersonal dalam konseling bermacam – macam, diantaranya :
1. Mengungkapkan perhatian pada orang lain
  Dalam hal ini bidan berkomunikasi dengan cara menyapa, tersenyum, melambaikan tangan, membungkukan badan, dan menanyakan kabar kesehatan klien.
2. Menemukan diri sendiri
  Artinya bidan melakukan komunikasi karena ingin mengetahui dan mengenali karakteristik diri pribadi berdasarkan informasi dari orang lain.
3. Menemukan dunia luar
  Dengan komunikasi ini, diperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi yang actual. Misalnya saat bidan memberikan informasi tentang program keluarga berencana sehingga klien dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengikuti program KB.
4. Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis
  Sebagai makhluk sosial, salah satu kebutuhan setiap orang yang  paling dasar adalah membentuk dan memelihara hubungan baik dengan
5. Mempengaruhi sikap dan tingkah laku
  Dalam prinsip komunikasi, ketika klien menerima pesan dan informasi, dengan demikian klien telah mendapatkan pengaruh dari proses komunikasi.
6. Menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi
  Komunikasi interpersonal dapat menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi dan salah interprestasi yang terjadi antara bidan dan klien. Mengapa? Karena dengan komunikasi interpersonal dapat dilakukan pendekatan secara langsung, menjelaskan berbagai pesan yang rawan menimbulkan kesalahan interprestasi.
7. Memberikan bantuan
  Dengan komunikasi interpersonal, maka bidan dapat memberikan bantuan kepada klien yang memerlukan bantuan dengan tujuan membantu klien memecahkan masalahnya.
Faktor penghambat komunikasi interpersonal
a. faktor individual
  Orientasi cultural ( keterikatan budaya ) merupakan faktor individual yang dibawa seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari :
Faktor fisik – kepekaan panca indera, usia, gender
Sudut pandang – nilai – nilai
Faktor sosial – sejarah keluarga dan relasi, jaringan sosial, peran dalam masyarakat, status sosial, peran sosial
Bahasa
b. Faktor – faktor yang berhubungan dengan interaksi
Tujuan dan harapan terhadap komunikasi
Sikap terhadap interaksi
Pembawaan diri seorang terhadap orang lain ( seperti kehangatan, perhatian, dan dukungan )
Sejarah hubungan
c. Faktor situasional
Percakapan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan antara bidan dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar lalu lintas.
d. Kompetensi dalam melakukan percakapan
Agar efektif, suatu interaksi harus menunjukan perilaku kompeten dari kedua pihak. Keadaan yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi adalah :
Kegagalan menyampaikan informasi penting
Perpindahan topik bicara yang tidak lancer
Salah pengertian.
Pengaruh pemahaman diri terhadap proses komunikasi interpersonal
1. Pemahaman diri bertujuan untuk mengetahui dan mengenal siapakah diri kita. Apakah persepsi anda dengan orang lain terhadap diri sendiri sama, misalnya mungkin anda merasa sudah ramah, namun menurut orang lain belum tentu.
2. Pemahaman diri meliputi pengetahuan tentang siapa saya, apa kelemahan saya, apa kelebihan saya, bagaimana peasaan saya, apa keinginan saya, dan sebagainya.
3. Alasan lain pentingnya pemahaman diri adalah karena bidan bekerja berhadapan dengan berbagai pengalaman dan kondisi biologis, psikologis dan sosiologis dari kliennya.
4. Bidan perlu memahami bagaimana menghadapi kecemasan, kemarahan, kesedihan dan kegembiraan klien. Bidan harus tau bagaimana dirinya sendiri bersikap, apakah mudah cemas, mudah tersinggung, dan sebagainya sehingga ia tahu keterbatasan diri sewaktu melayani klien.
5. Bidan yang tidak memahami dirinya sendiri, kemungkinan akan sulit memahami apa yang dialami klien, misalnya tidak sesuai dengan nilai – nilai yang dianut bidan, bidan tidak akan dapat berkomunikasi dengan baik, karena kurang menerima klien apa adanya.
Atraksi dalam komunikasi interpersonal
  Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Adanya daya tarik ini membentuk rasa suka. Rasa suka pada seseorang umumnya membuat orang yang kita sukai menjadi signifikan bagi kita. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi daya tarik seseorang dengan orang lain adalah :
1. Faktor – faktor personal
Kesamaan karakteristik personal; cognitive consistency theory dari Fritz Heider mengemukakan bahwa orang cenderung memiliki sikap yang sama dengan orang yang disukai.
Tekanan emosional ( stress )
Harga diri yang rendah
Isolasi sosial
2. Faktor – faktor situasional
Daya tarik fisik
Ganjaran ( reward )
Familiarity
Kedekatan ( closeness )
Kemampuan
  Dalam hubungan dengan atraksi interpersonal ini ada 4 ( empat ) teori “ liking “ yang menjelaskan :
1. Reinforcement theory menjelaskan bahwa seseorang menykai orang lain adalah sebagai hasil belajar.
2. Equity theory menyatakan bahwa dalam suatu hubungan, manusia selalu cenderung menjaga keseimbangan antara harga ( cost ) yang dikeluarkan dengan ganjaran ( reward ) yang diperoleh.
3. Exchange theory berpendapat bahwa interaksi sosial di ibaratkan sebagai transaksi dagang. Jika orang kenal pada seseorang yang mendatangkan keuntungan ekonomis dan psikologis, akan lebih disukai.
4. Gain – loss theory berpendapat bahwa orang cenderung lebih menyukai orang – orang yang menguntungkan bagi kita dan kurang tertarik pada orang – orang yang merugikan kita
Hubungan interpersonal
  Hakikat dari hubungan interpersonal adalah bahwa ketika berkomunikasi, kita bukan hanya menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonal. Jadi, kita bukan sekedar menentukan isi tetapi juga relationship. Pandangan ini merupakan hal baru dan untuk menunjukan hubungan pesan komunikan ini disebut sebagai metakomunikasi.
  Hubungan interpersonal terbentuk ketika proses pengolahan pesan ( baik verbal maupun non verbal ) secara timbal balik terjadi, dan hal ini dinamakan komunikasi interpersonal. Ketika hubungan interpersonal tumbuh, terjadi pula kesepakatan tentang aturan berkomunikasi antara para partisipan yang terlibat.
Hubungan interpersonal dapat di klasifikasikan berdasarkan faktorfaktor:
1. Jumlah individu yang terlibat yaitu hubungan diad dan hubungan triad. Hubungan diad adalah hubungan antara dua individu. William Wimot mengemukakan ciriciri hubungan interpersonal diad, antara lain adanya tujuan khusus, adanya fungsi yang berbeda, memiliki pola komunikasi yang khas. Hubungan triad adalah hubungan interpersonal antara tiga orang. Dibandingkan dengan hubungan diad, hubungan ini lebih kompleks, tingkat keintiman rendah dan keputusan yang diambil berdasarkan voting
a. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, adalah hubungan tugas ( task relationship ) dan hubungan sosial ( social relationship ).
b. Berdasarkan jangka waktu; hubungan jangka pendek dan hubungan jangka panjang.
c. Berdasarkan tingkat kedalaman / keintiman : hubungan akrab / intim.
  Ruben mengemukakan tahap – tahap hubungan interpersonal, yaitu :
Inisiasi
Eksplorasi
Intensifikasi
Formalisasi
Redefinisi
Deteriorasi. Dalam kenyataannya, hubungan itu tidak selalu berjalan selaras dan bertahap seperti disebutkan diatas, tetapi bisa tidak berurutan.

Mark Knapp menyebut tahap – tahap hubungan interpersonal sebagai berikut : 

Inisiasi
Eksperimen
Intensifikasi
Integrasi
Pertalian atau ikatan, tahap – tahap ini tidak harus terjadi pada setiap hubungan interpersonal.
  Mengenai tahap – tahap tersebut, Jalaludin Rahmat menyimpulkan bahwa perkembangan hubungan melalui tiga tahap :
Pembentukan hubungan
Peneguhan hubungan

Pemutusan hubungan
Apabila dalam hubungan interpersonal terjadi konflik, akibat yang mungkin terjadi adalah berakhirnya hubungan interpersonal atau sebaliknya, meningkatnya kualitas hubungan. R.D.Nye, mengemukakan lima sumber konflik, yaitu :
Kompetisi
Dominasi
Kegagalan
Provokasi
Perbedaan nilai
  Dalam hubungan interpersonal, akan tumbuh apa yang dinamakan pola – pola relasional sebagai hasil dari aturan yang dikembangkan oleh partisipan bagaimana pola – pola relasional ini berkembang akan tergantung pada bagaimana komunikasi dilakukan. Ruben ada 5 pola relasional : 


Suportif dan defensive
Tergantung ( dependent ) dan tidak bergantung ( independent )
Kegagalan
Provokasi

Perbedaan nilai
Mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola hubungan interpersonal, menurut Ruben adalah :
Tingkat hubungan dan konteks
Kebutuhan interpersonal dan gaya komunikasi
Kekuasaan
Konflik
  Sedang Jalaluddin Rahmat mengemukakan tiga faktor yang dapat menumbuhkan interpersonal, yaitu :
Percaya diri
Sikap bersahabat
Sikap terbuka
Komunikasi kepada masyarakat melalui media massa, cetak, dan sosial
  Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massal. Disebut demikian karena sifatnya yang massal misalnya : pers, radio, film, dan televisi.
      1.Pers
  Pers dalam arti luas meliputi segala barang yang dicetak yang ditunjukan untuk publik / umum tertentu, termasuk juga buku, pamflet, brosur, juga sebagainya. Kelemahan pers yang pertama adalah tidak adanya bunyi ( suara ) yang dapat membantu efektifitas komunikasi. Kelemahan kedua adalah untuk membaca diperlukan usaha.
      2. Radio
  Keseluruhan sistem gelombang suara yang dipancarkan dan stasiun pemancar dan diterima oleh pesawat penerima di rumah, di mobil, di kapal, dimana saja. Kelemahan radio adalah bahwa ia tidak dapat mendemonstrasikan karena layarnya terletak pada imajinasi pendengar intu sendiri. Namun kelebihannya terletak pada bunyi – bunyi yang dapat mendorong pembentukan imajinasi itu, yang terdiri dari sound effect, musik, dan kata – kata ( dialog ).
3, Film
  Keseluruhan dari pita celluloid atau sejenisnya yang mengandung gambar – gambar yang kemudian dapat diproyeksikan pada layar.
4. Televisi
  Media massa yang memancarkan suara dan gambar atau secara mudah dapat disebut dengan radio witlipicture atau movie at home.
  Dari keempat media massa di atas tampaknya televisi adalah yang paling efektif dan efisien dalam kondisi sekarang.

Teknik membuat konten edukasi kesehatan
  Edukasi Kesehatan adalah kegiatan upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan perorangan paling sedikit mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam upaya meningkatkan status kesehatan peserta, mencegah timbulnya kembali penyakit dan memulihkan penyakit.
  Kegiatan Edukasi Langsung
   Olah Raga Sehat       
A.Perencanaan
Langkah-langkah persiapan yang dilakukan antara lain:
    1. Menyusun Proposal : Membentuk tim / panitia kegiatan olah raga sehat.
    2. Mendapatkan persetujuan kegiatan
O
3. Membuat alternatif format pelaksanaan kegiatan misalnya kerjasama dengan    institusi / dinas, kerjasama dengan penyelenggara acara atau kerjasama dengan organisasi masyarakat kesehatan.
   4. Membuat kerjasama dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemberian konsultasi dan pemeriksaan kesehatan sederhana pada saat kegiatan berlangsung.
   5. Melakukan Koordinasi dan mengundang dengan instansi terkait/kelompok peserta
  6. Menyiapkan Sarana dan Prasarana 
  7. Membuat publikasi untuk menyebarluaskan informasi jadwal kegiatan.
   8. Melaksanakan, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan. 
B. Pengorganisasian
1) Penanggung jawab kegiatan pada level provinsi dimana terdapat kantor Divisi Regional adalah Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan sedang jika tidak ada maka Kantor Cabang setempat.
2) Faskes tingkat Pertama berperan sebagai pemberi pelayanan konsultasi atau pemeriksaan kesehatan sederhana di lokasi kegiatan.
3) Kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan yang bersifat kesehatan dapat dilaksanakan untuk mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan.
4) Jika kegiatan dilakukan oleh penyelenggara acara maka Bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan / Bagian Manajemen Pelayanan Primer berperan sebagai pengawas untuk memastikan kesesuaian format kegiatan selama kegiatan berlangsung.

c. Pelaksanaan
 1) Kegiatan dilaksanakan pada tiap Ibukota Provinsi dan Kota/Kabupaten dengan frekuensi yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
  2) Jenis kegiatan yang dapat diselenggarakan antara lain: senam sehat, senam osteoporosis, senam lansia, senam pernafasan, senam diabetisi, dan sebagainya.
    3) Tema penyelenggaraan yang ditetapkan oleh Kantor Pusat (generik) adalah senam lansia, senam pada hari Diabetes Melitus, senam dalam rangka ulang tahun BPJS Kesehatan / Pemerintah Provinsi dan Hari Kesehatan Nasional. Untuk senam program tertentu yang spesifik daerah (muatan lokal) dapat ditentukan masing-masing.
4) Tempat penyelenggaraan di dalam atau luar ruang yang tersedia pada instansi, badan usaha, kantor dinas/pemerintah, lapangan terbuka ataupun pada gelanggang olahraga di wilayah setempat.
 5) Konsultasi dan pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan setelah kegiatan.
 6) Publikasi dapat dilakukan untuk mendukung penyebarluasan informasi kegiatan.
D. Monitoring Dan Evaluasi Penanggung jawab kegiatan memonitor pelaksanaan kegiatan dengan pengentrian data pada aplikasi pelaporan kegiatan dan membuat dokumentasi kegiatan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Evaluasi kegiatan dilakukan mereview :
1) Frekuensi dan jenis kegiatan
2) Jumlah peserta yang berpartisipasi
3) Materi edukasi langsung yang disampaikan

Teknik penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat melalui media massa, cetak, dan elektronik
Media cetak
  Dalam komunikasi kesehatan, yang dimaksud dengan media cetak menurut Susilowati (2016) adalah media yang mengutamakan pesan-pesan visual, biasanya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna.
  Yang termasuk media cetak di antaranya adalah booklet, leaflet, flyer (selebaran), flip chart (lembar balik), rubrik atau tulisan pada surat kabar atau majalah, poster, tabloid, dan foto yang mengungkapkan informasi kesehatan.
Media elektonik
  Media elektonik dalam komunikasi kesehatan adalah media yang menyediakan cakupan yang sangat luas bagi pesan-pesan komunikasi kesehatan.
  Media elektronik digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan kepada khalayak luas secara cepat dengan tujuan untuk menciptakan dan mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Yang termasuk media elektronik adalah radio, televisi, telegram, short message service ( SMS ), dan telepon.



















































































Comments